<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalisme Kapurung</title>
	<atom:link href="http://jurnalismekapurung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Sep 2011 03:40:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jurnalismekapurung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fb320779b9cef5ef54a7fb17ff396f8b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jurnalisme Kapurung</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jurnalismekapurung.wordpress.com/osd.xml" title="Jurnalisme Kapurung" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dasar &#8211; Dasar Statistik</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/07/18/dasar-dasar-statistik/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/07/18/dasar-dasar-statistik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 03:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah Statistik Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[download bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Download bahan kuliah Dasar Statistik bagi mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Statistik &#38; Mata Kuliah Statistik Dakwah . Silahkan klik disini, Download Posted in Kuliah Statistik Dasar Tagged: bahan kuliah, download, download bahan kuliah, statistik<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=241&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Download bahan kuliah Dasar Statistik bagi mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Statistik &amp; Mata Kuliah Statistik Dakwah . Silahkan klik disini, <a href="http://www.ziddu.com/download/5655222/DasarStatistik.pdf.html">Download</a></p>
<br />Posted in Kuliah Statistik Dasar Tagged: bahan kuliah, download, download bahan kuliah, statistik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=241&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/07/18/dasar-dasar-statistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyalahgunaan Profesi Wartawan</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/06/08/penyalahgunaan-profesi-wartawan/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/06/08/penyalahgunaan-profesi-wartawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 03:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[ADA mitos (atau realitas?) yang menyebutkan, wartawan (journalist) adalah “manusia sakti”. Ia bisa mengurus apa saja dengan mudah dan lancar, menembus rumitnya birokrasi dengan kartu pers (press card) sebagai ID Card-nya. Ada juga mitos lain, wartawan adalah “sosok menakutkan”, khususnya bagi mereka yang bermasalah. Akibatnya, banyak oknum wartawan, wartawan bo’ongan atau gadungan, atau WTS (Wartawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=235&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://3.bp.blogspot.com/_5T-VotYblSU/SU6vA2wndlI/AAAAAAAAAdM/vJdRD_PbCb0/s320/Pelaku,+%3D%3FUTF-8%3FB%3FUnlhbsKgKHNwbikuSlBH%3F%3D-779521" alt="" width="240" height="320" />ADA mitos (atau realitas?) yang menyebutkan, wartawan (journalist) adalah “manusia sakti”. Ia bisa mengurus apa saja dengan mudah dan lancar, menembus rumitnya birokrasi dengan kartu pers (press card) sebagai ID Card-nya.</p>
<p>Ada juga mitos lain, wartawan adalah “sosok menakutkan”, khususnya bagi mereka yang bermasalah. Akibatnya, banyak oknum wartawan, wartawan bo’ongan atau gadungan, atau WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar) bergentayangan mencari mangsa yang UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Artinya, banyak sekali kasus penyalahgunaan profesi wartawan yang mencoreng citra dunia wartawan.</p>
<p>Namanya mitos mestinya bohong alias tidak sesuai kenyataan (nonfaktual). Namun, fakta di lapangan tidak dapat dipungkiri. Banyak hal yang mendorong kita untuk berkata bahwa mitos itu banyak benarnya. Seorang wartawan –sebut saja Fulan– bercerita kepada saya. Ia beberapa kali mengalami menjadi “sosok menakutkan” itu. Berurusan dengan sebuah RSU bukan main rumitnya. Belum lagi kecuekan dokter dan perawat. Tapi setelah ia tahu bahwa Fulan seorang wartawan. “Wuih, sang dokter dan perawatnya ramahnya bukan main. Urusan lancar sekali,” katanya.<br />
Andai saja semua pasien atau keluarga pasien wartawan, maka keramahan dan kelancaran urusan itu akan selalu hadir di RSU tersebut. Indah nian!Pertanyaan pun muncul, kenapa wartawan harus diperlakukan berbeda? Kenapa banyak orang baru ramah dan baik ketika berhadapan dengan seorang wartawan? Bukankah ramah, baik, mempermudah bukan mempersulit, adalah kewajiban setiap orang?<span id="more-235"></span></p>
<p>Itu satu contoh. Masih banyak contoh lain. Seorang wartawan lain bercerita, sebut saja namanya Fulani. Ia complain soal pelayanan sebuah lembaga pengobatan. Setelah tahu Fulani seorang wartawan, sang petugas begitu ramah. “Bahkan daftar antrean pun berubah menjadi nomor dua yang tadinya nomor 12,” katanya datar. Pertanyaan serupa muncul. Kenapa harus begitu?<br />
Seorang teman saya yang berprofesi sebagai wartawan juga punya banyak cerita tentang “perlakuan istimewa” serupa. Mulai soal “bebas tilang” ketika melanggar lalulintas, hingga ketika mengurus kehilangan parport di KBRI Inggris. Di KBRI London, ceritanya, kawan saya itu awalnya dilayani ogah-ogahan oleh staf KBRI. Ketika dia tanya, “Pekerjaan kamu apa?” Teman saya jawab: “Wartawan”, wuih, dia langsung ramah, bahkan memesankan taksi, juga membantu ngurus penginapan. Thanks ya Pak….!<br />
Tapi berurusan dengan polisi di London saat itu, misalnya minta keterangan hilang paspor, menanyakan alamat kepada “polantas” di jalan, teman saya tidak harus menyebut kata sakti “wartawan” untuk mendapatkan pelayanan ramah dan memuaskan! Bebas biaya pula.</p>
<p>MITOS “wartawan sosok menakutkan” kian mendekati kenyataan ketika era kebebasan pers hadir, khususnya ketika banyak muncul kasus penyalahgunaan profesi wartawan. Dewan Pers –lembaga independen pengawal kemerdekaan pers dan pengawas kinerja wartawan agar sesuai kode etik– dalam sebuah artikelnya pada www.dewanpers.org menyebutkan, akhir-akhir ini banyak muncul “pers liar” yang terbit tanpa identitas jelas. Ia menjadi tempat bersarangnya orang-orang yang mencoba mencari keuntungan dengan mengatasnamakan wartawan.</p>
<p>Dewan Pers juga mencatat kemunculan penerbitan pers yang tidak bertanggungjawab, yaitu menggaji wartawan secara tidak memadai, bahkan tidak menggajinya sama sekali, dan membiarkan serta mendorong wartawannya menggunakan kartu pers untuk mencari uang dan fasilitas.</p>
<p>Dalam sebuah pelatihah manajemen redaksi di Bandung, Mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja dan narasumber lain bercerita –seraya mengecam– sebuah penerbitan pers di Medan yang tidak menggaji wartawannya. Pimpinannya hanya memberikan kartu pers dan mewajibkan wartawan mencari gaji sendiri dengan kartu pers itu, bahkan sebagian harus disetor ke perusahaan! Astaghfirullah nau’dzubillahi min dzalik…<br />
Kasus lain, ada seorang anggota BATIC (www.baticnws.co.nr) bercerita tentang sebuah penerbitan pers di Bandung. Ia bercerita, ketika memasukkan lamaran, malah dimintai biaya administrasi Rp 500 ribu –untuk kartu pers dan uang jaminan. Sistem penggajianya juga membuat kita miris: mendatangi narasumber, nego tentang pembuatan berita dan harganya, setelah dimuat “dicairkan”. Artinya, si wartawan menggaji sendiri. Olala..</p>
<p>DEWAN Pers dalam artikel di atas, juga menyampaikan beberapa hal yang dapat dijadikan pegagangan bagi masyarakat dan komunitas pers, berkaitan dengan prinsip kerja kewartawanan, di antaranya:</p>
<p>1. Wartawan dalam menjalankan pekerjaan jurnalistiknya selalu berdasar pada prinsip-prinsip etika. Wartawan Indonesia telah memiliki Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang menjadi acuan bagi seluruh wartawan di Indonesia.<br />
2. Wartawan tidak boleh menggunakan cara-cara pemaksaan dan intimidasi, serta tidak meminta imbalan dalam mencari informasi.<br />
3. Dewan Pers mengimbau agar komunitas wartawan dan pers bahu-membahu bersama masyarakat untuk memerangi praktek penyalahgunaan profesi wartawan, dengan malaporkan aktivitas-aktivitas tidak profesional –yang mengatasnamakan sebagai wartawan– kepada kepolisian.<br />
4. Kepada anggota masyarakat, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah diharapkan agar cermat dalam mengidentifikasi wartawan/media serta tidak segan-segan menanyakan identitas wartawan dan mencek kebenaran serrta status media tempatnya bekerja. Wartawan profesional selalu menggunakan cara-cara etis dalam mencari informasi.<br />
5. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu memberikan imbalan (uang amplop) kepada wartawan yang mewawancarai atau meliput. Kode Etik Wartawan Indoensia (KEWI) dengan jelas menyatakan, wartawan Indonesia selalu menjaga kehormatan profesi dengan tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari sumber berita yang berkaitan dengan tugas-tugas kewartawanannya dan tidak menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi atau kelompok.</p>
<p>Pada bagian akhir artikelnya, Dewan Pers menegaskan, dengan tidak memberikan “uang amplop” berarti masyarakat turut membantu upaya penegakkan etika wartawan, serta berperan dalam memberantas praktek penyalahgunaan profesi wartawan. Nah!</p>
<br />Posted in Jurnalistik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=235&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/06/08/penyalahgunaan-profesi-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_5T-VotYblSU/SU6vA2wndlI/AAAAAAAAAdM/vJdRD_PbCb0/s320/Pelaku,+%3D%3FUTF-8%3FB%3FUnlhbsKgKHNwbikuSlBH%3F%3D-779521" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yuwie, sebuah Situs Pertemanan; Dapat teman dapat Uang</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/29/yuwie-situs-pertemanan-yang-membayar-penggunanya-dapat-teman-dapat-uang/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/29/yuwie-situs-pertemanan-yang-membayar-penggunanya-dapat-teman-dapat-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 01:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[cari uang]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[situs pertemanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti sudah tidak asing dengan situs pertemanan Friendster dan tanpa perlu bertanya tentang Facebook saya sangat yakin anda juga sudah sangat tahu tentang Facebook, atau jangan-jangan anda Facebookholic. Friendster dan Facebook adalah dua dari sekian banyak situs pertemanan atau Social Networking yang ada di dunia maya. Berikut ini Saya perkenalkan situs persahabatan, pertemanan, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=225&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda pasti sudah tidak asing dengan situs pertemanan Friendster dan tanpa perlu bertanya tentang Facebook saya sangat yakin anda juga sudah sangat tahu tentang Facebook, atau jangan-jangan anda Facebookholic. Friendster dan Facebook adalah dua dari sekian banyak situs pertemanan atau Social Networking yang ada di dunia maya. Berikut ini Saya perkenalkan situs persahabatan, pertemanan, atau biasa disebut social networking seperti halnya FRIENDSTER atau FACEBOOK. Yang Tujuan utama adalah untuk mendapatkan banyak teman di seluruh dunia. Bonus lainnya adalah penghasilan Dollar! Dan semuanya itu Gratis alias tidak dipungut biaya apapun jadi nggak ada salahnya untuk dicoba, Mau tau caranya? Baca terus tulisan ini, atau mau langsung ikut? Klik <strong><a href="http://r.yuwie.com/achmadsul/">di sini</a></strong></p>
<p>Situs-situs ini sudah banyak anggota dari Indonesia yang daftar, yang tentunya selain untuk mendapatkan banyak teman, kita juga bisa dapetin tambahan uang juga dari situs ini.</p>
<p>Kenapa situs2 tersebut membayar kita? mereka membagi profit dengan kita yang didapat dari iklan yang dipasang di situs2 tersebut. seperti halnya media koran yang ada iklannya, disini halaman profil kita ibaratkan saja koran yang ada iklannya, nah tentunya kita sebagai pemilik tuh koran (profil kita di situs tersebut) pasti dapet dong uang dari iklannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mau lihat contoh Profil di Yuwie saya silahkan kunjungi <a href="http://www.yuwie.com/achmadsul"><strong>http://www.yuwie.com/achmadsul</strong></a><br />
Kita dibayar berdasarkan aktivitas kita. Semuanya dihitung. Mulai dari login, edit profile, upload foto, mengirim atau menjawab pesan, memberi komentar, isi buku tamu, lihat profile orang lain, mencari teman, bergabung dengan forum diskusi, membuat grup sendiri, mengisi blog dengan topik Anda yang Anda tentukan sendiri, membuat atau mengisi pooling online, pasang iklan (kalau ada), bermain game (kalau ada) dan lain-lain. Kalau ingin memperbesar penghasilan maka carilah referral (downline/temen kamu) sebanyak-banyaknya. tentunya dengan Link referensi dari anda, Referral bebas sampai berapa kita inginkan dan kedalaman hingga 10 level. Tentang referral ini akan saya bahas di akhir tulisan ini.</p>
<p>Sudah paham kan cara kerjanya lebih lanjut baca di bawah ini untuk cara daftar, apa dan bagaimana. <span id="more-225"></span></p>
<p><strong><a href="http://r.yuwie.com/achmadsul/"><span style="text-decoration:underline;">Yuwie </span></a></strong></p>
<p>Yuwie adalah salah satu situs pertemanan yang lagi ngetrend saat ini dan sudah mempunyai banyak sekali anggota, seperti halnya Friendster atau Facebook selain kita bisa mendapatkan teman disini kita bisa dapat mencari atau mengeruk dollar, Cara berkerjanya sistem pembayaran Yuwie adalah berdasarkan PageViews. Penghasilan anda di Yuwie ditentukan oleh berapa banyak PageViews yg bisa anda dapat. Rinciannya, setiap kali seseorang membuka halaman dibawah ini, berarti anda mendapat 1 page view :</p>
<ul>
<li>Profile page anda</li>
<li>Blog pages anda</li>
<li>Halaman view all your friends</li>
<li>Halaman view all your comments</li>
<li>Halaman-halaman your pictures</li>
<li>Halaman-halaman your video pages</li>
<li>Bila seseorang view shared layout      anda</li>
</ul>
<p>Semua aktivitas kita dalam Yuwie juga mendapatkan poin yang bernilai dollar diantaranya:</p>
<ul>
<li>Edit profil kita</li>
<li>Upload photo kita</li>
<li>Send message ke temen2</li>
<li>Isi comment</li>
<li>Buat blog</li>
<li>View profile temen</li>
<li>Dan lain &#8211; lainnya.</li>
</ul>
<p>Bagaimana cara daftar nya? silahkan memulai dengan <strong><a href="http://www.yuwie.com/r/68043/">klik disini</a></strong> setelah anda klik maka akan terbuka halaman dari Yuwie, lalu pilih SIGN UP, kemudian baca tutorial dibawah ini sebagai panduan (siapa tau ada yang bingung)</p>
<p>Email Address : isi dengan Email anda<br />
Confirm Email Address : Tulis Kembali Email anda<br />
Password : Tulis password anda<br />
Confirm Password : Tulis kembali password anda<br />
First Name : Nama Awal anda<br />
Last Name : Nama Akhir anda<br />
Gender : Jenis Kelamin<br />
Date of Birth : Tanggal kelahiran anda (bulan/tanggal/tahun)<br />
Country : Negara, Pilih Indonesia<br />
5 Digit zip : kosongkan saja kecuali anda berasal dari Negara US<br />
Choose Your Personal URL : isi dalam kotak dengan nama anda, nick name, atau apa saja, tidak boleh ada spasi. Alamat ini nanti berguna buat cari temen ato downline anda sehingga teman anda nantinya akan<br />
terdaftar atas referensi dari anda. Seperti yang saya lakukan saat<br />
ini, saya mengundang anda sebagai teman saya, &amp; berjuang<br />
bersama2 memburu dollar</p>
<p>Contoh: http://r.yuwie.com/achmadsul/<br />
Nah tuh satu contoh dari punya saya. Saya cukup isikan nama<br />
saya dalam kotak itu aja.<br />
Security Question : pertanyaan rahasia yang berguna ketika anda lupa password<br />
anda, Eeeeeits jangan lupa isi jawabannya juga di kotak bawahnya</p>
<p>Langkah terakhir adalah dengan meng Klik tanda centang dalam 2 kotak dibawahnya lalu klik Next</p>
<p>Selamat anda sudah menjadi teman saya di <strong><a href="http://r.yuwie.com/achmadsul/">Yuwie </a></strong></p>
<p>Setelah kamu meng klik NEXT maka akan muncul form iklan yang sepertinya kamu diharuskan isi biodata &amp; email kamu juga, tapi anggap aja itu Angin lalu, lewati aja semuanya lembaran halaman iklan tersebut dengan mengKlik tombol SKIP secara terus menerus sampai kamu tiba di halaman profil kamu, biasanya seh itu cukup klik SKIP sekitar 5 halaman doang kok. Ok untuk pendaftaran sampai disini saja, kalau kamu semua masih bingung mengoperasikan Yuwie kamu bisa liat blog saya di dalam Yuwie saya, detail tentang menu2 Yuwie juga ada disitu kok.</p>
<p>Oh ya klo mau liat pendapatan kamu masuk aja di Control Panel profil Kamu terus klik Earning<br />
maka akan tampak pendapatan kamu di bulan yang lalu.</p>
<p>Lalu bagaimana cara Terima uang kita?<br />
Cara Transfer Dollar yang kita dapat?</p>
<p>Kita bisa pake 2 cara ini :</p>
<ul>
<li>Lewat check =&gt; Jika anda      memakai cara ini, minimal payout pengambilan komisinya adalah $25. jadi      sebelum kita mempunyai penghasilan minimal $25 di yuwie..itu bakalan      tersimpan di accountnya. Nanti klo penghasilan kita sudah mencapai minimal      $25..itu otomatis ditransfer oleh yuwie ke alamat rumah yang kita masukin      di account setting.</li>
<li>Lewat paypal =&gt; Jika anda      memakai cara ini, minimal payoutnya pengambilan komisinya adalah $5, lebih      simple. Untuk cara pendaftaran paypal sendiri kamu bisa liat di <a href="http://www.paypal.com/">http://www.paypal.com/</a></li>
</ul>
<p>Gak pengen duit? Iya gak papa, tetap ikutan aja buat fun.<br />
Yakin apa bener Yuwie bakal bayar atau tidak?<br />
Menurut saya jika Yuwie gak bayar berarti yg rugi adalah Yuwie sendiri, karena jika member gak percaya lagi dengan Yuwie akibat tidak dibayar maka Yuwie akan segera mati suri hehehe. Untuk apa juga Yuwie owner merintis Yuwie dengan pertumbuhan yang sangat pesat (rata2 1000 s/d 2500 member yg bergabung tiap hari) dan membiarkannya tewas dengan sukses karena ingkar janji?</p>
<p>Skenario paling buruk Yuwie tidak bayar menurut saya itupun tidak masalah, tetap OK untuk join Yuwie toh waktu kita join MySpace, Friendster, Facebook, dll kita tidak  nanya ini kita dibayar atau  tidak ya? ya khan ? Jadi kenapa gak dicoba, toh gratis jg.</p>
<p>Yuwie akan mengirimkan imel ke alamat imel yg dipakai utk mendaftar. Buka imel tsb dan klik link yg diberikan untuk mengaktifkan account. Selanjutnya bisa invite teman, ganti layout, ngisi blog, photo, dll.</p>
<p>Klik control panel, terus klik settings (tanda atur settingan profile untuk public, terus bisa terima comment dari public, dll. Silakan diliat kalo ada yg gak jelas silakan tanyakan.<br />
Selamat bergaul sambil menghasilkan dollar, salam sukses !</p>
<p>Tentang referral . Seberapa banyak kita bisa dibayar oleh situs2 ini?</p>
<p>asumsikan saja Anda mengajak 3 orang teman dan teman anda masing-masing mengajak 3 orang juga sepanjang 10 level. Anda dan mereka melakukan klik di Yuwie hanya 1000 klik tiap bulan :</p>
<p>Kamu     10 % x $ 0.5                  =          $ 0.05</p>
<p>Level 1   10 % x           3  x  $ 0.5 =         $ 0.15</p>
<p>Level 2   10 %  x          9  x  $ 0.5 =         $ 0.45</p>
<p>Level 3   10 %  x        27  x  $ 0.5 =         $ 1.35</p>
<p>Level 4    4 %   x        81  x  $ 0.5 =         $ 1.62</p>
<p>Level 5    4 %   x      243  x  $ 0.5 =         $ 4.86</p>
<p>Level 6    4 %   x      729  x  $ 0.5 =       $ 14.58</p>
<p>Level 7    4 %   x    2187  x  $ 0.5 =       $ 43.74</p>
<p>Level 8    4 %   x    6561  x  $ 0.5  =    $ 131.22</p>
<p>Level 9   10 %  x  19683  x  $ 0.5  =    $ 984.15</p>
<p>Level 10 30 %  x  59049  x  $ 0.5  =  $ 8857.35</p>
<p>Total                                               <span style="text-decoration:underline;"> $ 10,039.52</span></p>
<p>Sekitar $ 10,000 USD tuh kali aja dengan kurs rata2 Rp 10,600,- = Rp.106,000,000,- (lumayan kan?)</p>
<p>Anda tertarik? <strong><a href="http://www.yuwie.com/r/68043/">klik disini</a></strong> untuk mendaftar. Atau silahkan klik banner disamping kanan atas tulisan ini.</p>
<br />Posted in Catatan Perjalanan Tagged: cari uang, penghasilan tambahan, situs pertemanan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=225&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/29/yuwie-situs-pertemanan-yang-membayar-penggunanya-dapat-teman-dapat-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Konsep Animalis</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/11/rumah-konsep-animalis/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/11/rumah-konsep-animalis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 01:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Maaf, saya tidak makan sayur dan buah2an. Sy animalian.&#8221; sebuah kalimat yang menarik tertulis di dinding Facebook sahabat saya Elvin Miradi. Lucu? mungkin, sahabat saya yang satu ini memang lucu. mau baca tulisan yang lain di status FBnya? ini ada beberapa, silahkan tertawa: Sy memang benci Hitler. Tapi sy lebih benci WC mall yang nda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=206&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em><strong><img class="alignnone" src="http://www.infoternak.gov.my/Info/Image/Kandang.GIF" alt="" width="403" height="302" /></strong></em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;Maaf, saya tidak makan sayur dan buah2an. Sy animalian.&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align:left;">sebuah kalimat yang menarik tertulis di dinding Facebook sahabat saya <a href="http://www.elvinmiradi.com">Elvin Miradi</a>. Lucu? mungkin, sahabat saya yang satu ini memang lucu. mau baca tulisan yang lain di status FBnya? ini ada beberapa, silahkan tertawa: <em><strong>Sy memang benci Hitler. Tapi sy lebih benci WC mall yang nda ada tempat gantung celananya!!!! </strong></em>trus ada lagi,<strong><em> Peraduan bukanlah peraduan yg sebenar-benarnya peraduan bila di atasnya tak ada yg beradu. Hihihi&#8230; </em></strong>trus ada juga<em> <strong>Kenyang skl abis mkn enak. Untung lambung ini ciptaan Tuhan, coba kalo buatan Taiwan, pasti sdah bocor!!!</strong></em></p>
<p>by the way, saya sebenarnya belum pernah bertemu langsung dengan si Elvin ini, kami cuma biasa jumpa di Wall FB..trus kok ngaku2 sahabat??? kalo menurut saya dia itu sahabat, entah menurut dia (saya bayangkan geernya Elvin, klo tahu saya posting tulisan tentang dia). Saya banyak tanya tentang dunia Blog ke Elvin, dan dia selalu berusaha membalas e-mail2 saya yg mungkin saja mengganggu itu, menurut saya dia tahu banyak tentang Blogging di banding&#8230;&#8230;saya. makanya saya yang banyak tanya ke Elvin.</p>
<p>trus apa hubungannya Elvin dengan judul postingan ini???? tidak ada sama sekali! cuma tulisan di Wall-nya ttg animalian itu yang mengingatkan saya sebuah cerita, nyata dan tidak dibuat2:<span id="more-206"></span></p>
<p>Pada suatu hari di dalam pete-pete jurusan Cendrawasih-Kampus Unhas, diluar terik matahari membakar, panas!. Saking panasnya, teman sy yang kebetulan berasal dari kota Malang itu  komentar &#8220;Gila, makassar panas sekali! mataharinya ada 4!!&#8221; . dalam panas yang membakar itu, teman saya yang kebetulan jago desain ini (menurut dia sendiri) kemudian cerita  tentang rumah baru yg dibelinya di bilangan rappokalling, katanya; &#8220;nanti rumahku mau saya model,semua ruangan bisa cepat diakses dari ruang tamu, mau ke kmr mandi dekat, ke dapur dekat, ke kamar tidur dekat, ruang kerja jg dekat..pokoknya semua dekat, itulah inti dari konsep rumah minimalis (#borro mode on). tiba-tiba sopir pete-pete coddo&#8217; &#8220;itu rumah konsep animalis! kayak kandang&#8221;&#8230;.wuakakakakaka&#8230;semua penumpang pete2 yang tadinya termenung manyun kegerahan mendadak tertawa sampe kluar air mata, sopir pete2 juga keluar air mata&#8230;karena ditonjok sama teman sy&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>keterangan: <em>pete-pete</em> (sebutan orang makassar untuk angkot), <em>Rappokalling</em> (nama kecamatan di Kota Makassar), <em>borro</em> (sombong, makassar), <em>coddo</em>&#8216; (celetuk, makassar).</p>
<br />Posted in Catatan Perjalanan Tagged: blogger, cerita, lucu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=206&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/11/rumah-konsep-animalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.infoternak.gov.my/Info/Image/Kandang.GIF" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Valkyrie</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/07/valkyrie/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/07/valkyrie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 02:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak film yang bersetting PD II, film Valkyrie ini termasuk yang layak mendapat acungan jempol (four thumbs up!) – termasuk jempol kaki dong &#8211; . Saya sendiri tidak menyangka dari sekian banyak operasi rahasia selama PD II ternyata Operasi Valkyrie mendapat perhatian khusus sineas jempolan Hollywood sekelas Bryan Singer. Sekedar catatan, Operasi Valkyrie [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=202&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/05/valkyrie31.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-204" title="dari kiri; ludwig beck, major otto ernst remer, general friedrich olbricht, colonel claus von stauffenberg, dr. carl goerdeler, erwin von witzleben, major general henning von tresckow." src="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/05/valkyrie31.jpg?w=500&#038;h=333" alt="dari kiri; ludwig beck, major otto ernst remer, general friedrich olbricht, colonel claus von stauffenberg, dr. carl goerdeler, erwin von witzleben, major general henning von tresckow." width="500" height="333" /></a>Dari sekian banyak film yang bersetting PD II, film Valkyrie ini termasuk yang layak mendapat acungan jempol (four thumbs up!) – <em>termasuk jempol kaki dong</em> &#8211; . Saya sendiri tidak menyangka dari sekian banyak operasi rahasia selama PD II ternyata <em>Operasi Valkyrie </em>mendapat perhatian khusus sineas jempolan Hollywood sekelas Bryan Singer. Sekedar catatan, Operasi Valkyrie ini adalah upaya yang ke-15 kali untuk membunuh Hitler oleh kelompok yang berbeda, baik dari kalangan Militer maupun Sipil Pemerintah Nazi Jerman yang semuanya berakhir dengan kegagalan.</p>
<p>Bagi anda yang belum menonton film ini, jangan berharap akan menyaksikan pertempuran seru berdarah-darah ala <em>Saving Private Ryan</em> atau Operasi militer yang <em>full gear</em> ala <em>Black Hawk Down</em> pasti akan kecewa berat, apalagi sengitnya peperangan gaya <em>Band Of Brothers</em> ?? Jauh!!. Tidak ada adegan pertempuran yang “meriah” kecuali serangan udara inggris RAF/Royal Air Force terhadap pasukan Nazi Jerman di Tunisia dan itupun hanya berdurasi tidak lebih dari 2 menit! Film ini malah cenderung seperti <em>Down Fall</em> atau <em>Ike</em>, dengan alur cerita yang dijalin dengan gaya dokumenter dan menampilkan tokoh-tokoh non-fiksi penentu sejarah.<span id="more-202"></span></p>
<p>Catatan pertama saya mengenai film ini terdapat beberapa kekurangan yang saya anggap cukup mengganggu, antara lain;<br />
Film ini tidak menjelaskan kepada penonton secara lengkap atau paling tidak hal yang menonjol dari tokoh utamanya <em>Col. Claus von Stauffenberg</em> (Tom Cruise), tiba2 saja ia muncul dengan ide yang kontradiktif dengan janjinya sebagai Prajurit Nazi Jerman yang harus tunduk patuh pada Hitler. Tidak dijelaskan mengapa si Claus ini punya pemikiran untuk “mbalelo”. Tidak ada pergulatan batin yang terungkap dalam diri Stauffenberg. (tapi haruskah semua hal besar diawali pemikiran atau  pergulatan batin yang hebat? Gak tau juga ). Padahal perjalanan karir kemiliteran Opsir Nazi Jerman ini justru menarik untuk diceritakan. Meskipun baru berumur 37 tahun, karena bakat dan sifat-sifatnya yang luar biasa, dia dianggap sebagai perwira yang dikemudian hari akan memegang jabatan tinggi dalam angkatan perang. Bahkan seorang ahli militer Jerman pernah berkata “Amatilah orang ini, di kemudian hari ia akan berbuat sesuatu yang besar”. Jadi, latar belakang von Stauffenberg yang menarik ini justru tidak diceritakan di film ini.</p>
<p>Selanjutnya, yang cukup mengganjal di film ini adalah tokoh2 utama yang tidak bertampang “Jerman”. Jenderal <em>Friedrich Fromm</em> yang diperankan Tom Wilkinson misalnya, cukup “mengganggu” karena Wilkinson cenderung bertampang sangat Inggris. Begitu juga dengan David Bamber yang memerankan Sang Fuhrer <em>Adolf Hitler</em>, lebih sering melotot matanya supaya dianggap mirip Hitler, bandingkan dengan Bruno Ganz yang jadi Hitler di Down Fall. Begitu juga dengan Harvey Friedman yang berperan sebagai <em>Dr. Goebbels</em>, kurang sangar! Tapi kok saya mengalami semacam de javu pas liat Thomas Kretschmann (Mayor Otto Ernst Remer)? Dia kan yang jadi Perwira medik pasukan SS di Down Fall ?</p>
<p>Awalnya saya melihat judul film ini Valkyrie, saya berpikir tokoh2 utama yang akan saya saksikan kira-kira seperti Ludwig Beck, Dr. Carl Goerdeler, dan von Tresckow yang merupakan otak gerakan kudeta ini. Tapi ternyata fokusnya ke lebih ke pelaku lapangan von Stauffenberg. Berbeda dengan Down Fall yang berbahasa Jerman, film ini berbahasa Inggris jd agak aneh juga melihat tokoh-tokoh Nazi mulai dari Hitler, Himmler, Goebbels sampe Stauffenberg cas-cis-cus Inggris sepanjang film.</p>
<p>Kekurangan-kekurangan yang sudah saya sebutkan di atas bisa ditutupi dengan banyak kelebihan film ini yang saya anggap sangat menarik. <em>Wolfsschanze</em> atau Sarang Serigala yang merupakan salah satu markas paling rahasia Hitler di tengah hutan di Prusia Timur, ditampilkan sangat detail di film ini, lengkap dengan sistem keamanan yang sangat rapi. Seingat saya, belum pernah ada film yang menampilkan Wolfsschanze sebagai salah satu lokasinya.</p>
<p>Dalam film ini juga ditampilkan iring-iringan formasi pesawat Hitler saat berkunjung ke markas Marsekal von Kluge di Smolensk, Rusia. Adegan ini di garap sangat detail, dimana Hitler menggunakan pesawat Heinkel diiringi fighter2 Messerschmit sebagai pengawal.</p>
<p>Kelebihan paling menonjol dalam film ini tentunya pada sang tokoh utama von Stauffenberg. Tom Cruise hampir sempurna memerankan tokoh ini, sosok yang tinggi besar, karakter yang keras tapi cerdas komplit berhasil diperankan Cruise.</p>
<p>Well, secara keseluruhan film ini bagus. Layak tonton. Terutama bagi anda yang menyukai film bersetting PD II.</p>
<br />Posted in Film Tagged: Film, Sejarah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=202&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/07/valkyrie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/05/valkyrie31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dari kiri; ludwig beck, major otto ernst remer, general friedrich olbricht, colonel claus von stauffenberg, dr. carl goerdeler, erwin von witzleben, major general henning von tresckow.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan dan Kapitalisme</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/04/iklan-dan-kapitalisme/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/04/iklan-dan-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 13:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[media massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran iklan begitu mengguncang sekarang! Ia bukan hanya sekedar promosi sebuah produk, tetapi telah menjadi sebuah sistem ide yang memiliki nilai-nilainya sendiri secara otonom. Iklan menjelma menjadi sebuah ideologi di abad modern. Apa yang kita rasakan sebagai “citra baru” dari produk-produk seperti Coca-Cola, Marlboro, atau Kentucky Fried Chicken tidak dapat dipisahkan dari jasa iklan, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=178&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://kamalmisran.files.wordpress.com/2008/07/erasmic.jpg?w=480&#038;h=345" alt="" width="480" height="345" />Kehadiran iklan begitu mengguncang sekarang! Ia bukan hanya sekedar promosi sebuah produk, tetapi telah menjadi sebuah sistem ide yang memiliki nilai-nilainya sendiri secara otonom. Iklan menjelma menjadi sebuah ideologi di abad modern. Apa yang kita rasakan sebagai “citra baru” dari produk-produk seperti Coca-Cola, Marlboro, atau Kentucky Fried Chicken tidak dapat dipisahkan dari jasa iklan, yang membangun selera ekstra. Iklan membawa kita pada suatu suasana yang dibangun pada momen tertentu dalam ingatan kita lewat bahasa puitis.</p>
<p>Kita boleh menyangkal dengan berbagai pembelaan dan motivasi politis bahwa kita membeli barang tertentu bukan karena iklan. Tetapi apa yang disebut Gadamer dengan tersisipnya “makna ketiga” dalam sistem ingatan seseorang sedikit banyak mesti hadir di saat seseorang menemukan barang yang pernah diiklankan. Rasa bersalah yang timbul setelah kita membeli barang, kalaupun ternyata tidak sesuai dengan “rekayasa imajinasi”, hanya melahirkan sikap sublimasi pada diri sendiri, dan bukan pada barang &#8211; apalagi pada “liciknya” pengaruh sihir yang dibangun iklan. Pada era modern seperti sekarang, seseorang tidak mungkin berada dalam vacuum idea saat melihat barang yang akan dibelinya. Iklan memiliki semacam alat sensor, bisa berupa tafsir, dugaan, propaganda liris, ataupun tuduhan terhadap barang tertentu.<span id="more-178"></span></p>
<p><strong>Pusar Kajian</strong><br />
Dalam tulisan Advertising as the Magic System Raymond Williams melihat bahwa iklan sebagai fenomena budaya dalam konteks modern harus dipahami ulang karena peranannya sebagai ideologi cukup mencengkeram. Untuk memahami perkembangan periklanan, sekaligus menangkap kekuatan makna yang “bersinar-sinar” seperti terlihat dewasa ini, orang sebaiknya menelusuri sejarah budaya iklan itu sendiri. Lebih lanjut, orang dapat mulai menyesuaikan diri dengan fungsi-fungsi kontemporer yang dihasilkan dengan sangat subtil dan imajinatif oleh iklan sehingga terasa seolah-olah tanpa agresivitas dan paksaan. Williams memperlihatkan bahwa turbulensi kebudayaan yang menjadi corong kepentingan kapitalisme dalam sistem perdagangan barang hanya menggunakan sihir iklan untuk fungsi penandaan nilai komoditas. Ini sebuah ciri bahwa kepentingan produksi budaya kapitalisme hanya untuk sebuah politik konsumsi pasif, tidak eksploratif, apalagi kreatif.</p>
<p>Williams mencatat bahwa periklanan berusia setua umur masyarakat sendiri. Sejak masa Yunani Kuno pengumuman telah ditulis pada lembaran papirus dan dipancang di dinding kota dengan tujuan promosi ide, misalnya, ketika terjadi perdebatan Socrates di pengadilan (Apologia) sebelum kematiannya. Pada masa Romawi Kuno seruan untuk hadir di suatu acara ditempelkan di tembok-tembok pengumuman kota Roma, seperti undangan melihat pertempuran berdarah para gladiator di coloseum. Pesan-pesan seperti ini menjadi semacam “ritual kecil” yang dapat dengan cepat dikerjakan, dan sangat cepat pula dilupakan.</p>
<p>Dari sekedar proses khusus untuk menarik perhatian dan memberi informasi iklan berkembang pesat menjadi sistem penyampaian informasi komersial pun pemberian saran-saran dan harapan yang terlembaga secara baik. Dalam sejarah masyarakat Inggris penyebaran informasi yang lebih terorganisir dimulai pada abad ke 17 sejalan dengan perkembangan buku-buku berita, merkuri, dan surat kabar. Laju pertumbuhan surat kabar dari 1690-an juga membuat volume periklanan bertambah. Sebagian besar masih diklasifikasi menurut jenis dalam seksi reguler koran atau majalah, dan ada pula yang diberi ilustrasi. Bahan-bahan yang diiklankan tergantung pada apa yang dibutuhkan atau ditawarkan ke publik, seperti penjualan komoditi di toko-toko tertentu, pelayanan personal, pengumuman publikasi buku-buku, detil tentang pembantu yang melarikan diri, sampai penjualan kuda atau anjing.</p>
<p>Revolusi industri, sekaligus hubungannya dengan revolusi komunikasi, secara fundamental mengubah sifat dasar iklan. Lahirnya perusahaan dengan produksi skala besar membutuhkan strategi penjualan yang berbeda. Hadirnya media massa cetak yang membutuhkan iklan sebagai sumber pemasukan terbesarnya menjadi cukup penting. Perusahaan penerbitan berita umum pun, seperti Times dan News of the World, berkembang pesat, apalagi dengan diberikannya keringanan pajak. Pada 1855 pajak periklanan dan biaya meterai dihapuskan sehingga sirkulasi surat kabar dan produksi iklan meluas.</p>
<p>Depresi terbesar dalam dunia periklanan akibat kejatuhan harga barang yang luar biasa terjadi pada periode 1875 hingga 1890-an. Bencana ini menjadi titik tolak baru untuk mereorganisir industri kepemilikan menjadi lebih besar dan mengkombinasikannya dengan keinginan pertumbuhan pangsa yang lebih besar pula. Hal itu dimaksudkan agar dapat mengkontrol pasar jika sewaktu-waktu mengalami depresi dan kegoncangan finansial secara luas. Saat itulah bisnis iklan tidak hanya menjadi bisnis tempelan, namun berubah menjadi bisnis baru yang mengambil tempat cukup penting di bidang produksi dan digunakan setiap pemilik modal untuk meningkatkan rangking produksi.</p>
<p>Dalam seratus tahun terakhir, iklan telah berkembang dari sekedar pengumuman pelayanan toko dan seni memikat yang dilakukan pemasok barang pinggiran menjadi organisasi bisnis raksasa para kapitalis. Ia menguasai seluruh lapisan komunikasi di media massa cetak dan elektronik sehingga keduanya tidak dapat hidup tanpa iklan. Iklan telah menjadi sistem jual tanpa batas negara pun jenis-jenis usaha dan penawaran. Ia juga menjadi alat pengaruh di wilayah politik, merembes dan mendikte nilai-nilai yang dianut masyarakat. Iklan mengambil alih seluruh sistem komunikasi masyarakat dan akhirnya hanya tersedia sebuah lorong sempit untuk memahami masyarakat, yaitu lewat iklan!<br />
Iklan telah menjadi kegilaan yang tidak relevan lagi di abad modern. Minuman bir tidaklah cukup sebagai sebuah minuman tanpa ada janji bahwa dengan meminum bir kita akan kelihatan lebih jantan, tangguh, dan bersahabat. Sederetan janji-janji yang tidak relevan lagi dengan khasiat dan manfaat barang ditebar. Inilah yang disebut Williams sebagai puncak kegagalan idealitas nilai dan makna yang ada dalam masyarakat. Masyarakat kita sekarang merupakan masyarakat yang tergantung pada barang. Sistem periklanan menjadi sihir yang terorganisir dengan upaya pengaburan fungsi dan penyodoran ilusi kebebasan memilih barang. Seluruh bujuk rayu, cumbuan, dan saran yang disajikan dengan sangat subtil telah mengesankan iklan hanya sebagai alat penawaran yang manusiawi dalam mengkomunikasikan kepentingan penawaran, bukan sebagai instrumen represi kebebasan manusia.</p>
<p><strong>Apresiasi</strong><br />
Williams tidak menjelaskan dengan eksplisit kecuali membuat demarkasi, semacam peringatan bagi manusia agar tidak terjebak dalam keadaan genting akibat daya destruksi yang dibangun iklan. Sejarah budaya tersebut memberi pelajaran bagaimana mayoritas masyarakat tidak mampu mengontrol hasil produksi yang hanya dikuasai sekelompok kecil pemilik modal. Ia juga tidak mengulas lebih panjang peran ideologi iklan dalam melahirkan budaya baru, tapi hanya menjelaskan efek-efek yang ditimbulkan dalam budaya ekonomi. Tidak terlihat upaya dekonstruksi – seperti yang diinginkan Derrida misalnya, dalam mencari “titik-titik buta” yang dapat kita pelajari bersama.</p>
<p>Mengikuti perspektif Derrida, dengan melihat secara khusus teks-teks yang digunakan dalam iklan misalnya, kita dapat membangun kesimpulan filosofis tentang kedudukan bahasa dalam iklan sebagai ideologi atau sistem gagasan. Bahasa di dalam iklan berdiri sebagai sesuatu yang hanya eksotik dibaca dan didengar. Seolah-olah kata-kata tsb. memberi kita ide dan visi baru yang membuat kita tidak puas dengan cara berfikir lama. Namun kata-kata yang hadir terkesan artifisial dibandingkan dengan yang secara substansial dibutuhkan manusia. Dalam iklan-iklan di Indonesia misalnya, slogan seperti ”Bukan Basa-Basi”, “Pas Susunya”, atau “Selembut kasih ibu” kalau kita keluarkan dari konteksnya menjadi kata-kata hambar makna. Hanya dengan tampilan yang berulang-ulang, terutama secara visual, orang baru tersengat oleh daya sihir kata-kata ini, suka atau tidak suka.</p>
<p>Modernisasi di satu sisi melahirkan budaya yang hanya pantas untuk dinikmati sebagai penghiburan, bukan budaya yang memiliki wawasan penalaran. Namun, ini kadang bisa menjadi berkah. Dalam pemikiran Umberto Eco, semangat klasik yang melulu mengharuskan kita takzim dan serius melihat sebuah repertoar teatrikal atau simponi musik klasik tidak selalu tepat bagi masyarakat sekarang. Banyak yang menganggap bahwa budaya iklan adalah budaya rendahan dan kacangan. Namun apakah ini bermasalah? Budaya yang selama ini dianggap “tinggi” lebih banyak mengenang kejayaan romantik masa lalu dan kemenangan para aristokrat, atau budaya yang dipelajari di universitas dengan dasar ilmiah yang sangat ketat, sehingga kadang kala sulit untuk memahami dan mempelajarinya. Padahal generasi sekarang sudah mulai jengah dengan “kebenaran” yang terkandung dalam kebudayan tinggi. Generasi muda mulai menantang karakter “antik” dalam budaya massa. Mereka justru menemukan dirinya dalam konser musik rock atau dalam sirkuit olah raga otomotif.</p>
<p>Berkaitan dengan iklan &#8211; yang dapat dianggap sebagai budaya massa &#8211; seharusnya tetap ditempatkan sebagai budaya alternatif, bukan sebagai lawan yang akan mencekik, seolah-olah seluruh kehidupan kita tergadaikan di sana.</p>
<p><strong><img class="aligncenter" src="http://blog.miragestudio7.com/wp-content/uploads/2007/07/chupa_chups_smoking_advertisement.jpg" alt="" width="468" height="661" />Budaya Iklan?!</strong><br />
Ditarik lebih jauh dari apa yang dimaksud dengan budaya iklan, ada pemahaman lain yang tidak seekstrim pernyataan Williams. Dari keseluruhan aspek yang secara intrinsik dimiliki budaya iklan sebenarnya ada sisipan bernilai di sana, yaitu kreativitas konsumen. Kritik dan kekhawatiran akan budaya iklan muncul dengan asumsi konsumen memiliki keterbatasan dalam menilai iklan, sehingga muncul budaya pendangkalan baru, budaya konsumtif yang pasif.<br />
Konsumen bukanlah agen tunggal yang tidak kreatif. Konsumen terlibat dalam proses mengkonsumsi iklan, terlibat juga dalam proses penciptaan kreatif dengan tebar gosip atau pernyataan yang termuat di media massa. Dengan kata lain konsumen juga memproduksi signifikansi baru, beraktifitas terus-menerus dalam produksi makna. Makna yang ditangkap konsumen dari promotional culture disebarkan menjadi lebih kompleks, lebih konotatif, lebih retoris bahkan lebih liris daripada ide atau konsep iklan itu sendiri.</p>
<p>Memang dalam beberapa hal, kita dapat mengatakan bahwa konsumen tercengkeram oleh upaya peniruan. Namun tiruan ini bukanlah seperti hasil fotokopi dari mesin laser. Iklan menawarkan, konsumen dapat mengapropriasi penawaran tersebut, bahkan membuat penawaran baru. Dalam pemikiran ideal, sebenarnya setiap orang mesti memanfaatkan ruang yang ada untuk menawarkan sesuatu yang menjadi identitas dirinya.</p>
<p>Komoditi yang diiklankan memiliki objek keinginan yang membangun momen imajinasi konsumen. Momen imajinasi inilah yang membuat kita merasa begitu dekat dan bisa membangun komunikasi awal dengan produsen. Alhasil, kita dapat menerima komoditi tersebut tanpa resiko, sekaligus menggamit citra sosial yang diembannya. Prinsip-prinsip rangsangan ini membuat sesuatu seakan-akan begitu hidup.</p>
<p>Produsen iklan juga harus melakukan riset mendalam di tengah corak keinginan masyarakat yang menjadi sasaran komoditinya. Iklan harus mampu menggairahkan hidup masyarakat dengan imajinasi yang tepat. Sodoran iklan dewasa ini seolah-olah mengetahui betul apa yang kita maui, dan memberikan apa yang kita impikan. Kontak dengan calon pembeli atau peminat pun dibangun dengan berbagai jalur baik yang humanis maupun mekanis.<br />
Perhatikan, misalnya, salah satu iklan rokok yang tampilan visualnya sama sekali tidak memperlihatkan seseorang yang sedang merokok. Iklan itu menggambarkan seorang eksekutif yang duduk di pinggir pantai dengan pakaian formal langsung menceburkan diri dalam laut membantu seorang nelayan yang sedang bermasalah dengan perahunya. Slogan yang diluncurkan pun cukup bermakna: “Menembus Batas”. Maka imej yang tampak adalah sikap setia kawan yang mampu melewati batas-batas status sosial dan rela membantu tanpa pamrih. Dilihat dalam konteks Indonesia sekarang &#8211; dengan perbedaan antara kelompok kaya dan miskin &#8211; iklan ini menjadi begitu “mulia” oleh pesan ganda yang ditawarkan.</p>
<p>Yang perlu disadari dari promotional culture adalah sifat demokratisnya, yang masih menyediakan ruang bagi siapa saja untuk mempertimbangkan penawaran yang dilakukan. Setiap orang bisa menolak dan bisa menerima. Bahkan setiap orang punya kesempatan untuk mengiklankan apa saja yang dapat menjadi objek keinginan bagi orang lain.</p>
<br />Posted in Jurnalistik, Komunikasi Tagged: iklan, Komunikasi, marketing, media massa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=178&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/04/iklan-dan-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamalmisran.files.wordpress.com/2008/07/erasmic.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://blog.miragestudio7.com/wp-content/uploads/2007/07/chupa_chups_smoking_advertisement.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Media Massa</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/04/media-massa/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/04/media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 13:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Tak terbayangkan kehidupan di dunia ini tanpa sarana penyiaran berita, tanpa pelapor berita, tanpa wartawan, tanpa suratkabar, tanpa jurufoto, tanpa televisi, tanpa jurukamera, tanpa radio, dan sekarang tanpa internet. Singkatnya, tanpa keberadaan komunikasi massa, yang lebih popular dengan istilah ‘media massa’. Bayangkan seandainya serbuan Amerika terhadap Irak, di tengah ketiadaan media massa, baru diketahui dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=175&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://www.acognita.com/images/uploads/MassMediaWorld.jpg" alt="" width="300" height="300" />Tak terbayangkan kehidupan di dunia ini tanpa sarana penyiaran berita, tanpa pelapor berita, tanpa wartawan, tanpa suratkabar, tanpa jurufoto, tanpa televisi, tanpa jurukamera, tanpa radio, dan sekarang tanpa internet. Singkatnya, tanpa keberadaan komunikasi massa, yang lebih popular dengan istilah ‘media massa’.</p>
<p>Bayangkan seandainya serbuan Amerika terhadap Irak, di tengah ketiadaan media massa, baru diketahui dua minggu atau sebulan kemudian dari cerita mulut ke mulut. Barangkali reaksi masyarakat internasional tidak akan sekeras yang kita lihat tempo hari. Namun, karena ekseistensi media massa plus perkembangan teknologi komunikasi-informasi yang begitu pesat, hampir semua peristiwa di mana pun di dunia ini bisa tersebar luas beritanya dalam hitungan menit, kalau tidak detik.<span id="more-175"></span></p>
<p><strong>Apa itu Media Massa</strong><strong></strong></p>
<p>Dari segi etimologis, ‘media massa’ adalah ‘komunikasi massa’ –komunikasi massa adalah sebutan yang lumrah di kalangan akademis untuk studi ‘media massa’.</p>
<p>Dari segi makna, ‘media massa’ adalah alat/sarana untuk menyebar-luaskan berita, analisis, opini, komentar, materi pendidikan dan hiburan.</p>
<p><strong>Peranan Media Massa</strong><strong></strong></p>
<p>Salah satu peranan media adalah mempengaruhi sikap dan perilaku orang/public. McDevitt (1996) mengatakan, “Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah (isu).” Lindsey (1994) berpendapat, “Media memiliki peran sentral dalam menyaring informasi dan membentuk opini masyarakata.” Sedangkan para pemikir sosial seperti Louis Wirth dan Talcott Parsons menekankan pentingnya media massa sebagai alat kontrol sosial.</p>
<p>Ketika menyerbu Irak pada bulan Maret 2003, salah satu unit penting yang disiapkan oleh militer Amerika Serikat adalah ‘media centre’ yang berada satu atap dengan Command and Control Centre di Qatar. Dari media centre ini, militer Amerika secara berkala memberika penjelasan tentang operasi mereka. Pemerintah Bush sadar betul bahwa unit ini, dalam banyak hal, akan membantu posisi politik mereka –baik di dalam negeri, maupun di mata dunia. Jadi, AS melancarkan perang simultan: perang piranti keras (hardware) berupa pengerahan perangkat militer, dan perang piranti lunak (software) –dalam hal ini ‘perang media massa’.</p>
<p>Para pemegang kekuasaan menyadari betul bahwa media massa, wartawan, jurukamera, jurufoto, perlu ‘dijadikan teman’ karena mereka memegang senjata yang jauh lebih penting dari perangkat perang yang mereka kerahkan di Irak, Afghanistan, Bosnia, dsb.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, Presiden SBY mengundang para wartawan untuk ‘makan durian’ di satu kebun durian tak jauh dari Bogor. Apakah ini pul-kumpul omong kosong belaka? Tentu tidak. Para penasihat SBY tahu persis bahwa ‘mesin pencitraan 2009’ harus  bekerja sekarang dengan memanfaatkan media massa. SBY harus sudah mulai sering tampil di layar TV, terdengar di radio, terpampang di suratkabar, majalah, dsb. Sebab, pemilihan presiden 2009 ‘tidak lama lagi’.</p>
<p>Kemudian, kita lihat begitu banyak universitas, akademi, sekolah tinggi, pesantren, kursus-kursus, dll, yang mengiklankan diri di berbagai jenis media massa menjelang masa penerimaan mahasiswa baru. Ini semua mereka lakukan karena kesadaran bahwa media massa berperan penting untuk menjaring calon mahasiswa.</p>
<p>Segelintir contoh di atas terjadi karena kesadaran akan besarnya peranan media massa.</p>
<p><strong>Kekuatan Media Massa</strong><strong></strong></p>
<p>Yang paling menarik dari operasi media massa adalah dampak yang ditimbulkannya terhadap cara orang bereaksi setelah menerima berita/informasi.</p>
<p>Ketika seluruh dunia tahu lewat media bahwa senjata pemusnah massal dan uranium tidak ditemukan di Irak, berita ini memicu protes/demo besar di seluruh pelosok dunia. Pemerintah Bush kalang kabut menjelaskan ‘alasan lain’ untuk menyerbu Irak. Mereka cari-cari kaitan antara Saddam Hussein dan al-Qaeda atau terorisme, walaupun badan-badan intelijen mereka sendiri mengatakan tidak ada hubungan itu.</p>
<p>Begitu penyiksaan di penjara Abu Ghraib, Baghdad, tersiar ke seluruh dunia, Washington sangat terpojok, sangat malu. Foto-foto dan footage televisi tentang berbagai adegan penganiayaan di penjara ini yang tersiar ke seluruh dunia, yang dimulai oleh acara berita “60 Minutes II” televisi Amerika pada 28 April 2004, membuat kredibilitas AS dan para sekutunya menjadi runtuh total. Sebagian pengeritik politik luarnegeri AS mengatakan, Abu Ghraib merupakan cerminan dari sikap dan kebijakan Amerika keseluruhan yang tidak menghargai dan selalu melakukan tindak kekerasan terhadap orang Arab.</p>
<p>Berita penyiksaan di Guantanamo dan tidak adanya akses legal para tahanan di situ, juga memojokkan Washington. Pemerintah Bush dicela keras oleh politisi dan lembaga-lembaga HAM. Liputan media memaksa Amerika untuk berwajah lebih manis terhadap para tahanan.</p>
<p>Berita, analisis dan komentar tentang jumlah korban tewas tentara Amerika di Irak yang menembus angka 3,000, membuat ‘approval rate’ Presiden George W Bush turun ke tingkat terendah.</p>
<p>Laporan tentang kehancuran luarbiasa di Libanon akibat gempuran Israel ketika berperang dengan Hizbullah, membuat opini internasional melihat Israel bertindak berlebihan. Sebaliknya, pemberitaan perang ini membuat pemimpin Hizbullah Libanon, Hassan Nasrallah, menjadi sangat populer di kalangan rakyat Timur Tengah.</p>
<p>Contoh lain, Tony Blair mengalami krisis politik berkali-kali ketika berbagai skandal di tubuh pemerintahnya disiarkan oleh media massa. Menteri transportasi Stephen Byers mundur setelah berbulan-bulan menjadi bahan pemberitaan karena mempertahankan spin-doctor-nya, Jo Moore, yang menulis email pada tanggal 11 September 2001 bahwa “ini merupakan hari yang bagus untuk mengubur berita buruk tentang kondisi angkutan umum”.</p>
<p>Laporan media yang sangat ekstensif tentang kasus cash for honour (sumbang Partai Buruh utk dapatkan gelar kerajaan) membuat Blair dilanda krisis paling berat selama kekuasaannya.</p>
<p>Ratu Elizabeth terpaksa tampil di televisi untuk menyampaikan pidato istimewa untuk menghormati Putri Diana yang tewas dalam kecelakaan mobil di Paris, akhir Agustus 1997. Ratu terpaksa berpidato setelah selama berhari-hari media massa, khususnya siaran langsung televisi, menunjukkan ratusan ribu pelayat yang meletakkan karangan bunga sepanjang lebih satu kilometer mulai gerbang Kensington Palace, kediaman Lady Di.</p>
<p>Footage dan gambar-gambar yang menunjukkan amukan tsunami di Aceh membuat orang dari seluruh dunia memberikan sumbangan dana dalam jumlah besar. Di Inggris, langsung berdiri Disaster Emergency Committee (DEC) yang berhasil mengumpulkan dana lebih 300 juta poundsterling. Bantuan untuk Aceh datang dari mana-mana. Ini semua adalah dampak pemberitaan media massa.</p>
<p>Kasus bully di acara Big Brother Channel 4 membuat Jady Good terperosok jauh ke dalam Lumpur celaan, dan acara itu sendiri dikritik habis oleh berbagai pihak. Sang korban bully, Shilpa Shetti, sebaliknya menjadi terangkat dan dikejar-kejar oleh televisi untuk wawancara eksklusif (dengan bayaran besar, tentunya). Menyusul kasus ini, perdebatan mengenai rasisme pun kembali menghangat di berbagai jenis media.</p>
<p>Yahya Zaini akhirnya kehilangan status dan pekerjaan sebagai anggota DPR setelah footage porno-nya bersama pedangdut Eva Maria tersiar ke seluruh dunia. [Mesin pelintir Golkar berusaha mengalihkan perhatian dengan cara mempersoalkan sisi pidana dari penyebaran footage itu, namun tidak berhasil.]</p>
<p>Dua menteri SBY, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaluddin, sedang berada dalam posisi yang terpojok setelah tersiar luas kisah pencairan uang Tommy Suharto di luarnegeri dengan menggunakan rekening departemen hukum dan HAM di tahun 2004.</p>
<p>Banyak lagi contoh tentang dampak pemberitaan/penyiaran media massa. David Beckham menjadi ikon sepakbola dan terkenal ke seluruh dunia, terutama di kalangan anak-anak muda, karena dibesarkan oleh media (Inggeris). Koran-koran dan majalah terus-menerus mengikuti perjalanan Beckham dan isterinya. Padahal, banyak pemain bola lain yang lebih hebat dari Beckham, tetapi tidak terkenal karena tidak ada “dukungan” dari media. Sebagai dampak sampingan dari kemashuran ini, Beckham pun digunakan sebagai bintang iklan. Keterkenalan ini pula yang membuat dia dikontrak sebesar $250 juta dollar oleh klub sepakbola Galaxy di Los Angeles.</p>
<br />Posted in Jurnalistik Tagged: Jurnalistik, Komunikasi, Media <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=175&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/05/04/media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.acognita.com/images/uploads/MassMediaWorld.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/27/puisi/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/27/puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 04:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Solilokui & Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/27/puisi/</guid>
		<description><![CDATA[hanya ini yang kubisa merangkai kata demi kata berusaha sebisa mungkin kau cerna hingga mengerti apalagi yang kubisa selain menjalin kata demi kata sedapat mungkin terdengar bijak ditelingamu bila nanti suatu saat kau telah bosan dengan segala kata menggunung katakan padaku sejujurnya hingga tak perlu kau muntah memuntahkan kata sampai membuatku malu mungkin perlu untukku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=164&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hanya ini yang kubisa<br />
merangkai kata demi kata<br />
berusaha sebisa mungkin<br />
kau cerna hingga mengerti</p>
<p>apalagi yang kubisa<br />
selain menjalin kata demi kata<br />
sedapat mungkin<br />
terdengar bijak ditelingamu</p>
<p>bila nanti suatu saat<br />
kau telah bosan dengan<br />
segala kata menggunung<br />
katakan padaku sejujurnya</p>
<p>hingga tak perlu<br />
kau muntah<br />
memuntahkan kata<br />
sampai membuatku malu</p>
<p>mungkin perlu untukku<br />
diam saja<br />
karena akhirnya<br />
hanya ini yang kubisa</p>
<p><span style="font-style:italic;">makassar, 19 desember 2002</span></p>
<br />Posted in Solilokui &amp; Puisi Tagged: puisi, sastra <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=164&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/27/puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pribadi seperti apakah Anda?</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/04/4-karakter-manusia/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/04/4-karakter-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 04:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Untuk lebih mengakrabkan diri dengan teman dan para sahabat saya di dunia maya (blog, facebook, dsb) saya selalu menuliskan karakter saya sebagai seorang sanguin sekaligus phlegmatis. Hal itu saya sengaja, karena dengan demikian teman dan para sahabat saya itu bisa mengenal lebih jauh tentang saya tanpa perlu menjelaskan secara panjang lebar lagi &#8211; ntar dibilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=143&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<div id="attachment_150" class="wp-caption aligncenter" style="width: 467px"><img class="size-full wp-image-150" title="profil" src="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/04/profil.jpg?w=457&#038;h=175" alt="informasi profil di facebook" width="457" height="175" /><p class="wp-caption-text">informasi profil di facebook</p></div>
<p>Untuk lebih mengakrabkan diri dengan teman dan para sahabat saya di dunia maya (blog, facebook, dsb) saya selalu menuliskan karakter saya sebagai seorang sanguin sekaligus phlegmatis. Hal itu saya sengaja, karena dengan demikian teman dan para sahabat saya itu bisa mengenal lebih jauh tentang saya tanpa perlu menjelaskan secara panjang lebar lagi &#8211; <em>ntar dibilang narsis lagi, tapi masih mending daripada dikira Caleg <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em>.</p>
<p>Tapi ternyata masih ada yang bertanya “Sanguin dan phlegmatis itu apa ya?”.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Pada dasarnya masing-masing orang dilahirkan dengan kepribadian yang unik. Tiap orang dilahirkan dengan kecenderungan bawaan untuk memiliki salah satu dari empat tipe kepribadian dasar: <em>sanguin</em>, <em>koleris</em>, <em>melankolis</em>, dan <em>phlegmatis</em>. Memang, ada orang yang memiliki kombinasi dua kepribadian dan kadang keduanya sama seimbang. Namun biasanya, salah satu kepribadian lebih dominan. Empat tipe kepribadian ini -<em>beserta kombinasinya</em>- menjadikan tiap orang menjadi unik.</span></p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<p>Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya. Tak heran jika teori ini banyak dipakai untuk memotivasi hubungan antar manusia, dan ketrampilan komunikasi. Lebih-lebih setelah teori ini dipopulerkan Florence Littauer dalam buku seri <em>Personality Plus</em>.<br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Dasar teori temperamen pada awalnya diciptakan oleh Hippocrates sekitar lebih dari 2400 tahun yang lalu. Hippocrates membagi manusia menjadi 4 kepribadian dasar dan memberi nama kepada masing-masing temperamen itu <em>sanguin</em> (populer), <em>koleris</em> (kuat), <em>melankolis</em> (sempurna), dan <em>phlegmatis </em>(damai). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:left;"><strong><span style="font-size:12pt;">SANGUIN<br />
</span></strong><span style="font-size:12pt;"><br />
<img class="aligncenter" src="http://gankstreet.files.wordpress.com/2008/12/old-people-smile.jpg?w=350&#038;h=368" alt="" width="350" height="368" />Si san</span><span style="font-size:12pt;">g</span><span style="font-size:12pt;">uin adalah orang yang sangat bersemangat dalam hidupnya. Ia selalu tampak ceria, hangat, bersahabat, dan sangat menikmati hidup. Hal ini disebabkan karena ia memiliki sifat yang mudah menerima sehingga kesan-kesan dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalam hatinya. Seorang sanguin cenderung lebih mendasarkan perasaannya daripada pemikirannya saat ia mengambil keputusan. Ia sangat menyukai &#8216;kesenangan&#8217;, seorang sanguin jarang sekali membiarkan hatinya bersedih berlama-lama. Ia juga tipe orang yang sangat suka bicara, dengan mudah ia dapat menularkan perasaan &#8216;semangat&#8217;-nya kepada orang lain melalui perkataannya. Gayanya yang gaduh, bersuara keras, dan ramah membuatnya tampak percaya diri lebih daripada yang sebenarnya.</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>KOLERIK<br />
</strong><br />
<img class="aligncenter" src="http://witzen.files.wordpress.com/2008/06/termenung.jpg?w=266&#038;h=392" alt="" width="266" height="392" />Kolerik memiliki kemauan keras dalam mencapai sesuatu. Ia adalah seorang yang aktif, praktis, cekatan, mandiri, dan sangat independen. Ia cenderung bersikap tegas dan berpendirian keras dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Ia adalah tipe orang yang sangat menyukai aktivitas. Ia tidak perlu dirangsang oleh lingkungannya, tetapi justru ia yang merangsang lingkungannya memlalui ide-idenya yang tidak pernah berakhir, rancangan, sasaran, dan ambisinya. Ia bukan tipe orang yang mudah menyerah terhadap tekanan dari orang lain. Bahkan tekanan tersebut justru semakin mendorongnya untuk terus maju. Bagian yang paling sedikit berkembang dari seorang kolerik ialah emosinya. Ia tidak mudah bersimpati kepada orang lain. Ia bukan orang yang dengan mudah mengekspresikan perasaannya kepada orang lain. Ia cenderung tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Ia cenderung bersifat dominan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>MELANKOLIS<br />
</strong><br />
<img class="aligncenter" src="http://www.museumvirtual.org/cms/images/articles/images/chairil1.jpg" alt="" width="265" height="400" />Dari empat temperamen tersebut, melankolis merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfepeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang melankolis, ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak sukacitanya, ia bisa saja menjadi lebih ekstrovert. Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seseorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya, halangan dalam setiap proyek secara akurat. Si melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka ia akan tetap setia mengerjakannya.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>PHLEGMATIS<br />
</strong><br />
<img class="size-full wp-image-145 aligncenter" title="nakke" src="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/04/nakke.jpg?w=323&#038;h=465" alt="nakke" width="323" height="465" />Phlegmatis memiliki sifat alamiah pendamai. Ia biasanya menghidari kekerasan. Karena itu jugalah ia adalah orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya, tetapi ia sendiri tidak tertawa. Ia adalah pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya. Inilah yang membuatnya hampir-hampir tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat lebih merasakan emosi yang terkandung pada sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total. Sering kali mereka hanya menggunakan 30%-50% dari kemampuan mereka.</p>
<p><strong>Empat Kombinasi Kepribadian</strong></p>
<p>Di dunia ini tidak ada seorang pun yang memiliki salah satu temperamen secara murni, pastilah ia merupakan campuran dari sekurang-kurangnya dua temperamen. Umumnya manusia punya kombinasi dari kedua kepribadian. Kadang keduanya seimbang, namun umumnya salah satu lebih dominan, dan yang lain dalam kadar lebih rendah.</p>
<p><strong>Sanguin dan koleris bisa berkombinasi </strong>secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya.</p>
<p><strong>Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi </strong>karena keduanya introvert, pesimis, dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun manusia tipe ini akan mudah terkuras energinya jika berurusan dengan orang lain.</p>
<p><strong>Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis </strong>menggabungkan optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan.</p>
<p><strong>Kombinasi koleris-melankolis </strong>menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi <em>nge-boss </em>dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu.</p>
<p><strong>Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi</strong>, menghasilkan manusia yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikan individu ini jadi teman semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka.</p>
<p>Nah, sudah tau kan? Kira-kira kepribadian anda yang mana ya?</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<br />Posted in Psikologi Tagged: kepribadian, Psikologi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=143&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/04/4-karakter-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/04/profil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">profil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gankstreet.files.wordpress.com/2008/12/old-people-smile.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://witzen.files.wordpress.com/2008/06/termenung.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.museumvirtual.org/cms/images/articles/images/chairil1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/04/nakke.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nakke</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbohong dengan Statistik</title>
		<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/01/berbohong-dengan-statistik/</link>
		<comments>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/01/berbohong-dengan-statistik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 01:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalismekapurung.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga macam kebohongan: ngibul, bohong, dan statistik. Benjamin Disraeli (1804-1881) “Tujuh dari sepuluh wanita Indonesia memakai Laurier” bunyi sebuah iklan di tivi. “70% masyarakat Sulsel siap mendukung saya” kata seorang cagub dari Sulsel, dan “Setiap hari terjadi 20 kasus pembunuhan di Indonesia” tulis sebuah surat kabar nasional. Semua informasi yang baru saja anda baca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=116&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em><img class="alignleft size-medium wp-image-119" title="sampul-berbohong-dengan-statistik1" src="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/04/sampul-berbohong-dengan-statistik1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="sampul-berbohong-dengan-statistik1" width="225" height="300" />Ada tiga macam kebohongan: ngibul, bohong, dan statistik. Benjamin Disraeli (1804-1881)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">“Tujuh dari sepuluh wanita Indonesia memakai Laurier” bunyi sebuah iklan di tivi. “70% masyarakat Sulsel siap mendukung saya” kata seorang cagub dari Sulsel, dan “Setiap hari terjadi 20 kasus pembunuhan di Indonesia” tulis sebuah surat kabar nasional. Semua informasi yang baru saja anda baca ini diakui oleh sumber masing-masing sebagai hasil pengukuran statistik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Buku yang dibahas kali ini mirip panduan bagaimana menggunakan statistik untuk mengelabui. Karena para penipu telah mahir menerapkan berbagai trik di dalam buku ini, orang-orang jujur seperti anda layak membacanya untuk membela diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Statistik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Kemampuan statistik menampilkan persoalan yang kompleks dalam wujud angka telah menjadikannya metode yang berdayaguna untuk menentukan pilihan. Mulai urusan belanja keluarga, menentukan merk cat tembok, susu formula untuk bayi, hingga urusan pemilihan Presiden seringkali menjadikan angka statistik sebagai bahan acuan utama.</p>
<p><span id="more-116"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Walaupun demikian statistik bisa membuat fakta tampak berbeda, jika disusun dengan cara yang keliru, jumlah sampel tidak memadai, ataupun keduanya. Di penghujung tahun 2001 – <em>saya mengutip data dalam buku ini </em>– terjadi kecelakaan kereta api beruntun. Sebuah majalah nasional terkemuka dengan rinci mengulasnya dalam berlembar-lembar kolom investigasi berjudul “Maut Mengintai di Jalur Besi”. Sangat seram! Itu belum seberapa. Keterangan selanjutnya:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em>Frekuensi kecelakaan kereta api yang terjadi sepanjang 2001 mencapai 72 kasus. Kalau dirata-rata, berarti setiap lima hari sekali terjadi satu kecelakaan. Angka rata-rata itu makin menyeramkan pada tahun-tahun sebelumnya: nyaris terjadi satu kecelakaan tiap dua hari sekali.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Ternyata bepergian dengan kereta api sangat berbahaya! Tapi benarkah demikian? Bisa jadi, tetapi bisa juga tidak. (<em>menurut penerjemah, lima hari sebelum naskah ini dicetak, 26 april 2002, tak satupun kecelakaan kereta api terjadi</em>). Data yang dikumpulkan wartawan majalah itu mungkin benar, yaitu bahwa pada 2001 terjadi 72 kecelakaan. Tapi benarkah demikian kesimpulannya?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Rata-rata kecelakaan sebenarnya akan lebih menggambarkan keadaan di lapangan seandainya dibandingkan dengan jumlah perjalanan atau panjang perjalanan itu sendiri, bukan dengan jumlah hari dalam setahun. Tidak jelas apakah kekeliruan ini disengaja oleh si penulis agar timbul kesan menyeramkan, tetapi statistik semacam itu bukanlah barang baru, sebagaimana diperlihatkan contoh-contoh dalam buku ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em>How to Lie With Statistics</em> pertama kali terbit pada 1954 dan direvisi pada 1973. Tidak heran, contoh-contoh di dalamnya sebagian berasal dari berbagai surat kabar atau majalah terbitan sebelum 1954 hingga 1973. Beberapa data memang telah kadaluarsa, tetapi tidak demikian dengan peringatan yang terkandung didalamnya. Itulah sebabnya buku ini tergolong klasik dan dipuji oleh banyak ahli statistik. Jika anda mengetikkan “How to Lie With Statistics” pada mesin pencari <em>Google</em>, anda akan menjumpai 518.000 <em>link</em> yang mengulas buku klasik ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Di edisi bahasa Indonesia ini, penerjemah menambahkan beberapa catatan kaki pada beberapa kasus yang dirasa kurang populer untuk pembaca di Indonesia agar konteks persoalan menjadi lebih jelas.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em>Judul<span> </span>: Berbohong dengan Statistik ( terj. </em><em>How to Lie with Statistics)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em>Pengarang<span> </span>: Darrel Huff dan Irving Geiss © 1954</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em>Alih bahasa<span> </span>: J. Soetikno PR. &amp; Christina M. Udiani</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em>Terbitan<span> </span>: Kepustakaan Populer Gramedia, Cetakan kedua: Agustus 2003<span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em>Volume<span> </span>: xv + 167 hlm.; 13 cm X 19 cm.</em></p>
<br />Posted in Pustaka Tagged: Buku, ilmu sosial, teori <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalismekapurung.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalismekapurung.wordpress.com&amp;blog=7032624&amp;post=116&amp;subd=jurnalismekapurung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/04/01/berbohong-dengan-statistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/540644856fe4fcedd6b9d0421977a81d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sulfikar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnalismekapurung.files.wordpress.com/2009/04/sampul-berbohong-dengan-statistik1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">sampul-berbohong-dengan-statistik1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
