Skip to content

Puisi

27 April 2009

hanya ini yang kubisa
merangkai kata demi kata
berusaha sebisa mungkin
kau cerna hingga mengerti

apalagi yang kubisa
selain menjalin kata demi kata
sedapat mungkin
terdengar bijak ditelingamu

bila nanti suatu saat
kau telah bosan dengan
segala kata menggunung
katakan padaku sejujurnya

hingga tak perlu
kau muntah
memuntahkan kata
sampai membuatku malu

mungkin perlu untukku
diam saja
karena akhirnya
hanya ini yang kubisa

makassar, 19 desember 2002

2 Komentar leave one →
  1. 28 April 2009 4:38 am

    tak kata
    tak mesti diam

    diammupun
    kata

    ketika kaupercaya semua
    bisa

  2. 20 September 2011 10:32 pm

    hidupku

    dalam syimponi kemiskinan…
    rasa hambar berganti pahit….
    dalam kecapan lidah kehidupan..
    kurenungi pada keyatimanku…
    pada duniaku yang hilang..
    kasih sayang…
    tlah jauh dari kebersamaan…
    terenggut krna sebuah panggilan…
    kedunia lain…
    dalam dosa yang tak semestinya…
    pergilah…
    dan biarkan ku dalam nista…
    memang tak pantas..
    bila bahagia itu kumiliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: