Skip to content

Avatar, film mengagumkan, jenius, dan mahal

23 Desember 2009

Akhirnya film yang saya tunggu diputar juga di Makassar. Avatar, sebuah film berjenis 3D karya sutradara jenius James Cameron yang juga menyutradarai salah satu film terlaris sepanjang masa Titanic pada tahun 2007.  Jadi Avatar The Legend of Aang si jagoan cilik nan botak itu difilmkan ya? “Halah! Itu film kartun ndak ada hubungannya dengan Avatar yang ini okey?”

Ada satu kebiasaan saya sebelum menonton film yaitu membaca sinopsis atau review-review yang ada tentang film tersebut, tapi untuk film yang satu ini hal itu tidak saya lakukan.  Saya tidak mau lagi kecewa berat setelah berharap banyak pada film 2012 yang review hingga trailernya saya kejar-kejar dengan bantuan Mbah Google yang ternyata setelah filmnya saya nonton sangat jauh sate dari api alias mengecewakan. Alur cerita 2012 yang kekanak-kanakan membuat saya cukup trauma. Oleh karenanya saya tidak mau lagi berekspektasi sedemikian besar terhadap film Avatar ini. Informasi tentang banyaknya komentar positif dari kritikus film dan bahwa sutradaranya James Cameron sudah cukup bagi saya. Dan ternyata setelah menonton filmya……..jreng, jreng, jreng…..

poster film avatar

Luar Biasa! Jenius! Keren! Ceritanya? Menarik! Spesial efeknya? Subhanallah! Majalah Empire sendiri memberi lima bintang penuh kepada film ini, seraya menyebutnya sebagai sebuah “kerja dengan ganjaran luar biasa besar,” Sementara jejaring mikroblog Twitter mengutipkan komentar-komentar para jurnalis. “James Cameron benar-benar jenius! Saya tak bisa ngomong apa-apa lagi, keren habis, saya suka banget,” tulis Alex Billington dalam laman film FirstShowing.net. Mark Brown dari The Guardian, London, menulis di koran itu bahwa “Avatar” benar-benar lebih hebat dari perkiraaan. Film ini mengagumkan dan kisahnya mengena sekali. Film ini juga dianggap akan mengubah peta permainan efek digital di Hollywood.

Avatar ber-setting abad ke-22. Bercerita bahwa bumi sudah kehabisan daya dukungnya dan tak lebih menjadi sebuah gurun tanpa makhluk hidup, tanaman, atau pun mineral. Lalu, ada sebuah planet baru bernama Pandora yang mempunyai semua sumber daya alam yang dibutuhkan. Di Pandora sudah ada makhluk asli yang mendiami tempat tersebut bernama Na’vi. Avatar menceritakan perang untuk mempertahankan hidup antara kaum Na’vi yang tinggal di hutan, melawan operasi pertambangan kolonial di planet mereka. Seorang mantan marinir pincang dipilih untuk membina kontak dengan orang-orang misterius yang dikendalikan avatar dari jarak jauh. Bagaimana selanjutnya? Nonton sendiri! Hehehe…

Dari hasil jalan-jalan bareng Mbah Google ada banyak fakta menarik dibalik film ini. Pertama adalah biaya pembuatannya yang disebut-sebut sebagai yang terbanyak dalam sejarah perfilman. Empat tahun dibuat, Avatar menghabiskan biaya GBP 300 juta (sekitar Rp 4,6 triliun), separo lebih banyak daripada Titanic yang menelan biaya GBP 150 juta (sekitar 2,3 triliun).

Penggarapan efeknya juga sangat serius. Dengan hanya memasang 37 pemain, ribuan karakter lain dalam film tersebut dibuat secara digital. Penggarapan efeknya termasuk yang canggih saat ini, pengambilan gambar minimal menggunakan delapan kamera dari angle yang berbeda. Itu pun diambil dua kali oleh kamera 3D.

Saking seriusnya menggarap detail, Cameron mengajak Paul Frommer, seorang profesor bahasa dari University of Southern California, untuk membuat bahasa khusus Na’vi. Frommer membutuhkan waktu empat tahun guna menciptakan sistem bahasa tersendiri. Bahasa Na’vi mempunyai 1.000 kosa kata dan struktur yang lengkap pula. Untuk melatih aktor berbahasa Na’vi, pelatih bahasa terkemuka Carla Meyer pun disewa. Kamus bahasa Na’vi juga sudah tersedia di internet sekarang. Lebih dari satu petabyte (1.000 terabyte) penyimpanan digital diperlukan bagi semua komponen yang dihasilkan komputer-produksi film tersebut. Ini setara dengan sekitar 500 kali jumlah yang digunakan untuk menciptaan dan mengkaramkan kapal bersama penumpangnya dalam film Titanic.

Sampai saat ini lebih dari sejuta orang telah menyaksikan trailer-nya secara online. Belum lagi, serbuan merchandise yang dibuat oleh raksasa action figure Mattel. James Cameron sendiri merasa optimistis atas keberhasilan karyanya. Menurut dia setidaknya empat kali orang akan menonton.  Yang pertama, orang akan menonton karena tertarik. Selanjutnya, akan kembali lagi untuk memastikan hal-hal fantastis yang baru saja dilihat. Kemudian, menonton kali ketiga karena ingin menikmati dan yang terakhir untuk menuntaskan kepuasannya menonton film tersebut.

So’ bagaimana dengan anda? Mau ikutan nonton? Kalau tidak anda sudah sangat keterlaluan, saya sudah capek-capek memuji dan menulis panjang-panjang tentang film ini!

Nb. Kalau betul2 tidak tertarik dengan film ini, bagaimana dengan film Valkyrie?

12 Komentar leave one →
  1. 23 Desember 2009 7:00 am

    setelah membaca review ini, jadi tertarik untuk menontonnya, 4.6 triliun jumlah yg fantastis. sehebat apakah gerangan ? hmm..

  2. achmad sulfikar permalink
    23 Desember 2009 7:11 am

    jumlah itu memang fantastis! kalo di amerika dipakai buat film, di Indonesia dipakai talangi bank yang dirampok oleh pemiliknya sendiri…hehehe semoga komentar saya tidak berdampak sistemik! thanks Win.

  3. 24 Desember 2009 5:22 am

    Jadi bukan Avatar of Aang ya…🙂 Waktu di makassar kemaren saya sempet mau nonton film ini, tapi sayang sisa 2 kursi paling depan aja. Jadi batal deh…

  4. achmad sulfikar permalink
    24 Desember 2009 6:07 am

    bukan mas, kalo legend of Aang itu dari jawa barat, masih sodara sama ohang🙂 thanks udah mampir mas

  5. VITA permalink
    15 Januari 2010 10:12 pm

    kemarin saya baru nonton….satu kata buat AVATAR….SPEECHLESS… i can’t say anything…just WOW..OH MY GOD…SO…SPEECHLESS… pokonya kalo ga nonton… AMAT SANGAT RUGIIIII

  6. achmad sulfikar permalink
    16 Januari 2010 11:00 am

    baru nonton ya? memang kalo di bioskop harus “speechless” mbak, alias gak boleh ngomong..🙂 hehehe… makasih dah mampir

  7. Stuart permalink
    19 Januari 2010 10:38 pm

    Kapaaann yaaah bisa nonton neh Film….KUUUEEERRREEENNNN BIS ABBBIISSSS…….

  8. 19 Januari 2010 10:48 pm

    Keren om filmnya. Saya sampai tahan buang air kecil, karena tidak mau ketinggalan cerita.🙂

  9. de sumer permalink
    8 Februari 2010 1:57 pm

    iya keren bgt filmnya,,saya jadi pengen nonton la nie..

  10. 24 Mei 2010 2:07 pm

    Serius asli mentong filmnya. Meski dapat kursi paling depan “nonton sambil baring: serasa di tumah sendiri :)” tetapi tetap asyik.
    Sorry kalo komentarnya terlambat

  11. Vivi permalink
    28 Mei 2010 10:32 pm

    Avatar…
    Keren abizzzz….
    Bukan cuma 3 x nonton..hehehehehe habis ceritax… Pokokx seru,romantis,mngangkan n pgeeeeeen ada lanjutanx… Avatar 2.. Stuju kan..^¿^

  12. etry kikyo buana permalink
    20 Maret 2011 3:09 pm

    Hmmmmmmmmm…… 9 x nonton tapi belum puas.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: