Skip to content

Levi’s Celana Para Cowboy

10 Januari 2010

Banyak orang memilih celana Jins karena fleksibel dan enak dipakai, padahal dulunya hanya dikenal sebagai celana kerja. Sejarah celana ini berawal dari serang pemuda asal Jerman bernama Loeb Strauss yang bersama keluarganya hijrah ke AS saat ia berumur 18 tahun. Di sana, Loeb mengikuti jejak kakak-kakaknya untuk menjadi pedagang kain dan pakaian di New York.

Tahun 1853, saat menginjak usia 24, ia beralih menjadi warganegara AS dan kemudian mengubah namanya menjadi Levi (karena lidah orang Amrik tidak biasa dengan nama Loeb). Ditahun itu pula ia pindah ke San Fransisco ketika terjadi demam emas (gold rush). Ternyata, bakat dagang dan kerja kerasnya membuat Levi makin sukses. Apalagi setelah kemudian ia di ajak bekerja sama oleh seorang rekan bisnisnya bernama Jakob Davis.

Jakob, sesama pedagang yang berasal dari Kota Reno, Nevada, ini mempunyai pembeli yang sering datang mengeluh karena saku-saku celananya mudah sobek. Jakob kemudian punya ide untuk memasang metal rivet (rivet=paku) pada tempat-tempat yang mudah sobek tersebut. Paku tersebut tentu saja tidak seperti paku tembok, tapi mirip kancing logam yang bisa ditanam pada kain. Ide itu benar-benar cemerlang. Pelanggan Jakob menyukai celana yang memakai metal rivet itu. Dan ia kemudian menjadi kewalahan memenuhi permintaan serupa dari pembeli lainnya. Tentu saja ini akhirnya membuat ia memutar otak kembali. Jakob ingin membuat hak paten untuk penemuannya ini, tapi sayang uangnya belum cukup untuk membayar biaya administrasi.

Pikir punya pikir, akhirnya ia menulis surat pada Levi untuk mengajaknya bersama-sama jadi pemegang hak paten untuk penemuan ini. Akhirnya dengan $ 68 milik mereka, Levi dan Jakob mendapatkan hak paten tersebut pada 20 Mei 1873 dan di tahun yang sama membuka pabrik pertama mereka yang diberi nama Levi Strauss & Co. Ternyata produk baru ini sangat digemari, terutama oleh para pekerja tambang karena terbukti kuat dan tahan lama, serta tidak basi! Lho? hehehe…bercanda  Saat itu, nama untuk produk ini masih denim overalls karena memakai bahan dasar denim. Lalu kapan dan bagaimana ia berubah nama menjadi celana jins (jeans pants)? Hal ini terjadi karena ada kekeliruan dalam penggunaan istilah dua jenis kain yang hampir sama.

para penambang dan metal rivet pada celana levi's

Pada tahun 1890-an baju kerja memang banyak menggunakan kain jean yang berasal dari Genoa, Italia. Di saat yang bersamaan ada juga jenis kain lain yang dinamai denim karena diperkirakan datang kota Nimes, Perancis. Keduanya memiliki persamaan karena sama-sama terbuat dari bahan katun. Namun demikian nyatanya kain denim memang lebih kuat dari jean walaupun harganya lebih mahal. Karena pertimbangan ini, Levi kemudian menggunakan denim sebagai bahan dasar celana buatan pabriknya. Ia juga mulai mencoba untuk membuat produk lain seperti kemeja, jaket, waist overalss 501 yang terkenal itu. Sayangnya, sejarah perkembangan Levi’s Jeans ini sempat terputus akibat hancurnya berbagai dokumen penting akibat gempa dan kebakaran besar di San Fransisco tahun 1906.

Sesuai dengan peraturan hak paten, sampai tahun 1908 hanya Levi Strauss & Co. yang berhak memproduksi celana berpaku metal tersebut. Setelah itu siapapun yang berniat memang bisa membuatnya. Namun, masyarakat Amrik memang sudah terlanjur mengenal celana keluaran Levi’s lebih dulu, jadi yang namanya celana denim asli menurut mereka ya produknya Levi Strauss & Co. tadi.

Tahun 1920-an, celana ini jadi pakaian “wajib” koboi di daerah Barat Amrik dan menjadi simbol kebebasan serta kehidupan yang keras. Demam Levi’s pun akhirnya melanda seluruh negeri. Di tahun 1950, LS & Co. menjual produk mereka secara nasional. Baru pada tahun 1960-an celana ini kemudian dinamakan celana jins atau jeans pants, padahal istilah tersebut jelas tidak tepat karena bahan dasarnya tetap dari denim. Bagaimanapun juga, celana jins akhirnya tidak hanya dikenal oleh anak muda di Amrik tapi di segala penjuru dunia. Dan yang pasti celana jins sampai saat ini masih jadi simbol kebebasan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: