Skip to content

Teori Jarum Suntik

18 Januari 2010

Coba anda bertanya kepada teman, saudara atau istri anda pertanyaan ini; “Sebutkan apa yang ada dalam pikiranmu sesuatu yang berkaitan dengan media massa?”. Kemungkinan besar mereka akan menjawab “Televisi!”, “Radio!” atau “hmmm…surat kabar?!”. Media massa secara umum memang dipahami oleh masyarakat banyak tidak lepas hanya dari sekitar tiga benda di atas, meskipun sebenarnya media massa memiliki banyak bentuk dan kategori.

Perhelatan akbar PILPRES 2009 tahun lalu telah membuktikan bahwa media massa sangat berperan besar dalam memberikan informasi mengenai profil para capres-cawapres yang akan di pilih oleh rakyat. Melalui media massa bisa diketahui aktifitas para politisi, pertanyaan yang disampaikan, janji-janji muluknya, berapa dana yang dihabiskan selama kampanye, bagaimana kemampuan debatnya, dan sebagainya. Oleh karena itu, orang yang banyak mengikuti media biasanya memiliki perhatian yang tinggi terhadap aktifitas politik. Mass media is primary source of political information kata Jackson dan Beek (1970).

Begitu besarnya pengaruh media terhadap aktifitas politik, sampai banyak penduduk Amerika Serikat menunda untuk menentukan pilihannya, siapa yang akan menjadi lima tahun yang akan datang sebelum mereka lihat sang kandidat tampil di televisi. Dalam kasus debat pemilihan presiden tahun 1960 antara JFK (John Fitzgerald Kennedy) dan Richard Nixon, televisi berhasil memengaruhi pemilih dengan luar biasa. Nixon yang pada awalnya diunggulkan oleh jajak pendapat sebagai calon pemenang ternyata bisa dikalahkan oleh Kennedy yang tampil penuh pesona di televisi. Demikian juga ketika Jimmy Carter berhadapan dengan Gerald Ford pada tahun 1976, hasil jajak pendapat menempatkan Ford pada kemungkinan terbesar memenangkan pertarungan melihat kedudukannya sebagai incumbent, ternyata bisa dikalahkan oleh Carter. Pengalaman yang sama terulang lagi pada pemilihan presiden Bush melalui penampilannya yang cerdas dan telegenik dalam televisi. Hmmm… media memang bisa membuat politisi jadi selebriti.

Melihat besarnya pengaruh televisi terhadap pencalonan presiden di Amrik sehingga ada yang berpendapat bahwa seandainya televisi sudah ada pada waktu pemilihan presiden 1860, besar kemungkinan Abraham Lincoln yang berwajah kurus tidak akan terpilih menjadi presiden sekalipun ia memiliki potensi dan kepribadian yang sangat tinggi, kata Mc Luhan “media is the message”.

“bagaimana dengan PILPRES RI 2009 yang lalu? Mungkin hal ini yang terjadi di Indonesia. Tokoh yang bertubuh kecil, pendek dan blak-blakan tapi cerdas dan bernas dikalahkan oleh karakter yang dipoles dengan rekayasa personal public relation yang menor dan sangat lebay”

Ada beberapa teori komunikasi yang dapat dijadikan acuan untuk melihat keperkasaan media maupun kelemahan-kelemahannya dalam memersuasi masyarakat dalam hubungannya dengan aktifitas politik. Oleh karena itu artikel ini sengaja saya buat berseri, pada seri pertama ini saya akan sedikit mengulas Teori Jarum Suntik atau Hypodermic Needle Theory.

Teori Jarum Suntik ini diangkat setelah melihat keberhasilan penggunaan media radio dan media cetak sebagai alat propaganda dalam Perang Dunia I, serta keberhasilan drama radio Orson Welles yang mengisahkan turunnya makhluk Mars ke bumi yang membuat penduduk di sejumlah kota di Amrik menjadi gempar.

Pada tahun 1938 Orson Welles bersama John Houseman membuat drama radio berjudul “War of The Worlds” dengan menggunakan efek suara yang canggih pada saat itu. Saat itu tak kurang dari sejuta warga AS mendengarkannya. Sebuah berita mengejutkan tiba-tiba muncul di tengah sandiwara radio ini.
“Ladies and gentlemen, Saya Carl Phillips, saat ini saya berada di Wilmuth farm, Grovers Mill, New Jersey. . . .Well, Saya . . tidak tahu dari mana memulainya, saya tidak punya kata-kata untuk menceritakannya! saya baru saja tiba di tempat ini… saya hampir tidak mempercayai apa yang saya lihat saat ini … sebuah pemandangan yang menakjubkan…. seperti… seperti dalam kisah modern Arabian Nights. Saya tidak tahu apa yang saya lihat… sesuatu muncul dari dalam tanah. Tadi diawali sebuah goncangan yang hebat…. kemudian sebuah lubang menganga dari dalam bumi…. seperti sebuah bekas meteor yang jatuh. Lihat.. sebuah obyek keluar dari lubang tersebut .. bukan meteor… tapi lebih menyerupai silinder raksasa….”
Selang beberapa menit kemudian “reporter” Phillips, ditemani oleh “astronomer,” Professor Pierson, menceritakan seperti sebuah berita radio tentang kemunculan robot-robot raksasa dari dalam bumi yang menghancurkan apapun yang menghadang. Menghancurkan gedung dan membunuh ribuan manusia. ‘Reporter’ lain melaporkan penyerangan alien di daerah lain.
Dengan model penyampaian bergaya laporan pandangan mata, ditambah dengan efek suara yang dahsyat, sandiwara ini telah berhasil meyakinkan warga Amerika Serikat bahwa telah terjadi invasi makhluk Mars ke bumi. Akibatnya, kepanikan melanda jutaan warga Amerika. Petugas telepon kerepotan menyambungkan sambungan telepon yang tiba-tiba sangat padat. Para ayah, atau orang tua ingin mengetahui keadaan anaknya atau anggota keluarga lainnya, begitu juga sebaliknya, bahkan banyak yang berdoa dan menelepon untuk saling meminta maaf! Padahal berita tersebut hanyalah bagian dari adegan dalam sandiwara radio.

Teori Jarum Suntik berpendapat bahwa khalayak sama sekali tidak memiliki kekuasaan untuk menolak informasi setelah disuntikkan melalui media komunikasi. Khalayak terlena seperti kemasukan obat bius melalui jarum suntik sehingga tidak memiliki alternatif untuk menentukan pilihan lain, kecuali apa yang disiarkan oleh media. Teori ini juga dikenal dengan sebutan Teori Peluru atau bullet theory.

Tunggu sambungan tulisan ini yang akan membahas Teori Kepala Batu atau Obstinate Audience.

8 Komentar leave one →
  1. 18 Januari 2010 2:04 pm

    Waktu terpilihnya Obama, media yang digunakan adalah Facebook. Sebuah media yang low budget high impact, berbeda dengan media2 konvensional seperti tv dan radio. namun di Indonesia, media2 seperti itu masih memiliki pengaruh yang cukup kuat dibandingkan dengan “media baru”.

  2. achmad sulfikar permalink
    18 Januari 2010 3:17 pm

    betul bli’, bagaimanapun media online sekarang “aromanya” sudah mulai terasa. kasus Prita menjadi momen evolusi pemanfaatan media oleh masyarakat Indonesia. Saya yakin Pilpres 2014 media2 online akan berperan penting dalam kampanye2 itu.

  3. 21 Januari 2010 6:55 pm

    Ditunggu teori kepala batu-nya, mas🙂

  4. 21 Juni 2010 10:53 am

    semakin ter-modernisasinya dan pekanya khalayak terhadap media, maka teori jatum suntik sepertinya akan semakin berpengaruh.

  5. 16 Agustus 2010 2:29 pm

    wew…. mantaps juga neh ulasannya …
    menarik euy, jika berbicara tentang media

  6. nasruddin permalink
    7 Desember 2011 8:21 am

    kren banget tuh teorinya mohon maaf yah saya mau copy duluw..!!!
    nga apakan😀
    he……he…..!!!

Trackbacks

  1. Teori Kepala Batu atau Obstinate Audience | Catatan Sulfikar
  2. Teori Lingkar Kesunyian | Catatan Sulfikar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: