Skip to content

Koruptor Mencuri Pencuri

9 Mei 2010

Sudah nonton film Kite Runner? Film yang sangat menarik, yang menceritakan persahabatan antara dua anak manusia yang berbeda suku di Afganistan.

Tapi saya bukan akan membahas tentang film ini. Saya tertarik untuk mengulas satu dialog yang menurut saya sangat menarik di film ini. Dalam dialog tersebut seorang ayah menjelaskan kepada anaknya bahwa agama terlalu banyak mengajarkan macam-macam dosa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia, padahal hanya ada satu dosa yang didunia ini; dosa itu adalah Mencuri. Lho, kok mencuri? Lalu dosa yang lainnya apa? Bagaimana dengan membunuh? memperkosa? atau berbohong? apakah itu bukan dosa? “Tetap saja itu mencuri” kata sang Ayah yang bijak itu.

Dengan membunuh kita telah mencuri kesempatan orang lain untuk hidup, menikmati hidup, dan kesempatan untuk menjalani takdir baik maupun takdir buruknya. Memperkosa sama artinya mencuri kehormatan orang lain, kesucian yang dijaga dan menjadi kebanggaan. Berbohong juga mencuri, mencuri hak orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar.

Patut direnungkan bahwa pesan yang disampaikan lewat dialog itu cukup menyentil logika dan nurani kita. Betapa selama ini urusan dosa terlalu njlimet dibahas, diperdebatkan, kalau perlu diseminarkan segala. Lihatlah para pejabat-pejabat korup negara ini, sibuk membuka-buka peraturan dan undang-undang untuk mencari alasan pembenaran atas pencurian yang dilakukan dengan alasan ada “payung hukum”nya. Padahal dalam hati mereka yakin telah mencuri.

Para “koruptor yang terhormat” itu juga melakukan pencurian ganda. Maksudnya? Lihat saja, kalau orang mengambil sebuah semangka untuk melepas dahaga disebut pencuri, nenek minah yang mengambil tiga buah kakao seharga Rp.2000,- untuk dijual juga disebut pencuri. Apa itu salah? Tentu saja tidak. Tapi mengapa pengemplang uang negara sampai trilyunan rupiah disebut koruptor? Bupati yang merampok uang rakyat bermilyar-milyar disebut koruptor, bukannya pencuri.

Jadi selain mencuri uang rakyat, mereka juga telah mencuri istilah “pencuri” dari diri mereka. Para pejabat korup itu memang masih bisa tersenyum-senyum sambil melambaikan tangan meskipun telah menyandang status koruptor, tapi saya yakin mereka akan tertunduk malu juga kalau disebut “pencuri”.

11 Komentar leave one →
  1. 13 Mei 2010 10:22 am

    wah..
    saya juga sudah pernah baca buku The Kite Runner..

    kalau dalam film alangkah lucunya (negeri ini).., koruptor inilah yang disebut dengan “pencuri berpendidikan”.. he he😀

  2. 13 Mei 2010 1:29 pm

    wah, bener bener inspiratif and Profokatif nih….😀

  3. 22 Januari 2011 7:26 am

    :mrgreen: gigi gondrong

  4. 22 Januari 2011 7:29 am

    mereka bukan mencuri tapi pencopet …

  5. 27 Februari 2011 1:57 am

    😀 yah… namax jg diperhalus… tapi artinya jg sama.. hampir seperti istilah “Politikus” (Tikus2 yg banyak) tiba2 berubah menjadi “Politisi”…. biar sedikit kedengaran keren.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: