Skip to content

Gara-gara Tersanjung sampai Empat Mata

11 Agustus 2010

Artikel ini menjawab pertanyaan dari salah seorang mahasiswa saya, “Pak apa yang dimaksud Opera Sabun?” . Sebenarnya Opera Sabun ini adalah salah satu tipe atau jenis dari berbagai tipe acara hiburan televisi.  Berikut ini adalah tipe paling umum dari acara hiburan televisi:

Sinetron terpanjang dan membosankan

Komedi Situasi (sitcom). Sejak 1949 situation comedy telah menjadi acara populer di jam tayang utama. Acara ini biasanya berdurasi satu sampai satu setengah jam, berkisah tentang orang-orang yang berada dalam situasi yang menyenangkan dan segar di setiap episode. Terjadi keruwetan yang menyebabkan tokoh-tokohnya bingung sehingga sampai pada klimaks di mana isu itu bisa dipecahkan dan semuanya jadi senang dan bahagia – atau sampai episode berikutnya, ketika kehidupan menjadi ruwet lagi. Sitcom yang paling populer dalam sejarah televisi adalah Seinfield di NBC. Di Indonesia contoh sitkom yang tercatat sangat populer adalah Gara-Gara dan Lika Liku Laki Laki yang kedua-duanya pernah ditayangkan di RCTI.

Drama Episodik. Tiap karakter menghadapi isu-isu di setiap episode dengan cara realis dan menggunakan teknik-teknik yang diadaptasi dari drama teater. Acara polisi dan detektif, seperti Law & Order di NBC (pernah juga tayang di RCTI) yang tayang pada tahun 1990-an dan banyak ditiru, adalah contoh jenis acara ini. Demikian pula acara koboi yang pernah sempat mendominasi prime time setelah kesuksesan Gunsmoke pada 1955. Acara ini punya karakter yang terus hidup dan subplot tetapi masing-masing masih punya batasan.

Opera Sabun. Istilah “sabun” dipakai karena produk detergen adalah sponsor dominan dalam acara ini di masa-masa awal. Jenis ini adalah acara cerita dengan ujung terbuka, masing-masing episode mempunyai ending yang sengaja “digantung” tak selesai agar penonton mengikuti episode selanjutnya. Opera sabun fokus pada ketegangan antar orang di tengah-tengah gaya hidup glamor. Episode yang terpanjang Guiding Light, dimulai pada 1952. Sabun paling kerap muncul sebagai iklan karena sore dan malam hari kebanyakan yang menonton televisi adalah ibu-ibu atau pembantu. Tetapi setelah banyak wanita yang bekerja di luar rumah, penonton jenis ini turun. Opera sabun Dallas pada 1978 menempati jam tayang utama: “who killed J.R.” mungkin merupakan episode ending season terbaik dalam sejarah televisi. Di Indonesia soap opera ini lebih dikenal dengan sebutan Sinetron atau Sinema Elektronik. Opera Sabun terpanjang ala Indonesia sendiri mencatat Cinta Fitri sebagai pemegang rekor. Cinta Fitri dinobatkan sebagai sinetron dengan jumlah episode terbanyak oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Terhitung 3 Juni 2010, CINTA FITRI mencapai episode ke-777. Sinetron ini memecahkan rekor Sinetron Tersanjung garapan Multivision Plus yang mencapai 356 episode, dengan masa tayang 6 tahun 11 bulan (1998–2005).

Reality Show. Kesuksesan Survivor di CBS ( di Indonesia di tayangkan oleh Indosiar) menyebabkan munculnya genre baru, reality show. Acara ini menampilkan orang-orang biasa aktual, bukan aktor dalam situasi yang terbatas. Acara ini dalam satu pengertian bersifat nonfiksi, tetapi konteks di mana pesertanya berada dalam konteks buatan atau artifisial. Salah satu reality show lokal yang pernah sangat populer di Indonesia adalah Katakan Cinta (RCTI) dan Playboy Kabel (SCTV).

Kuis. Acara ini diimpor dari radio, dan mencapai puncak popularitasnya pada 1957-1958, dengan 22 kuis. Kebanyakan acara kuis, termasuk $64,000 Question di CBS menampilkan kontestan yang biasanya orang biasa. Genre ini menurun pada 1958 karena kontestan yang populer bisa akan menang dan bisa ikut lagi. Acara kuis kembali naik daun pada 1999 setelah ABC meluncurkan kuis Who Wants to Be a Millionaire.

Late-Night Show. Tonight Show di NBC adalah campuran antara komedi, aksi panggung dan bincang-bincang yang strukturnya sudah berubah sejak diperkenalkan pada 1951. Acara ini diiringi dengan acara serupa seperti The Late Show With David Letterman. Acara pada tengah malam punya kemiripan dengan variety show yang menarik audiens prime-time pada 1950-an berkat bintang televisi seperti Milton Berle dan Jack Benny. Di Indonesia, late-night show ala Tukul sempat mengguncang audiens televisi Indonesia dengan acara Empat Mata.



5 Komentar leave one →
  1. 13 Agustus 2010 12:47 am

    saya membayangkan untuk menulis postingan ini, Bapak harus riset tentang sinetron2 Indonesia…😀
    saya rindu sinetron Tersanjung… Nafa Urbach euy… :-p

    • achmad sulfikar permalink
      13 Agustus 2010 1:12 am

      saya membayangkan seorang zulham rindu dengan nafa urbach…wkwkwkw..

  2. Robinson alexander permalink
    19 Maret 2011 5:21 pm

    Salam kenal,
    Senang bisa tukar pikiran.
    begini , seiring dengan maraknya tayangan kuis di televisi nasional yang diadaptasi dari luar negeri, saya dan rekan2x berhasil membuat konsep kuis yang orisinil (non gambling, full tactic dan padat wawasan, tidak menyerupai kuis yang pernah ada) perolehan poin untuk pemenang bahkan metode pertandingan pun menarik.
    kita sudah punya sampel dalam bentuk vcd, tapi bingung mau ditujukan kemana. Semoga ada yang bersedia komentar.

    • achmad sulfikar permalink
      22 Maret 2011 10:14 am

      ayo, ada yang mau komentar?

Trackbacks

  1. Manusia paling spesial | Sulfikar's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: