Skip to content

Jayson Blair, Pembohong besar dari New York Times

23 September 2010

Pada tahun 2002 berita yang ditulis Jayson Blair di New York Times (lebih dikenal dengan sebutan Times) membuatnya terkenal. Pada tahun tersebut dia ditugaskan dalam sebuah tim untuk meliput berita “Beltway Sniper” di seputar kota Washington D.C. Blair berhasil membuat serial berita utama yang mengindikasikan kemahirannya dalam mengejar narasumber. Blair yang saat itu berumur 27 tahun, tampil dengan sangat percaya diri. Dia bahkan sesumbar akan membuat buku tentang kasus penembak misterius ini.

Sesaat kemudian sosok jurnalis muda yang kelihatannya akan berkarir cemerlang ini mendadak redup. Ternyata Jayson Blair mengarang-ngarang cerita, memain-mainkan fakta, bahkan menyusun detail palsu dan melakukan wawancara bohong-bohongan. Dalam dunia jurnalistik, ini benar-benar suatu kesalahan yang sangat fatal dan tidak bisa dimaafkan. Blair adalah pembohong berantai. Berkali-kali Blair menulis fiksi sambil berpura-pura melaporkan berita secara akurat. Pada Mei 2003 karirnya hancur, dia mengundurkan diri.

Pelanggaran etisnya mengejutkan Times, koran paling prestisius di Amerika yang mendapat lebih banyak Pulitzer Price ketimbang koran lain. Menurut publisher Arthur Sulzberger; “ini adalah kasus yang mencoreng muka.” Editor kemudian membentuk tim beranggotakan 8 reporter untuk meneliti bagaimana Jayson Blair, yang telah bekerja di koran itu selama enam tahun bisa mendapat kepercayaan organisasi berita. Times bukan tabloid gosip dan punya reputasi panjang sebagai koran yang mengungkap kebenaran dan selalu agresif dalam pemberitaannya, dan juga terkenal mau membela para reporternya jika ada kritik.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Editor Times tidak melakukan pengecekan sebagaimana kantor berita lain. Kesalahan faktual dalam kerjanya sekitar 50 sampai 60, telah dimaafkan. Meskipun editor curiga terhadap sumber yang tak disebutkan namanya, namun berita Blair tidak diperiksa lagi. Yang mengejutkan adalah tak satu pun sumber yang disebut namanya oleh Blair mengajukan keluhan tentang kutipan dan detail yang dibuat-buat Blair.

Kasus ini mulai terkuak setelah Blair menulis sebuah berita tentang detail dari interogator tersangka “Beltway Sniper”. Informasi yang tidak benar itu sempat membuat pihak penyelidik yang melakukan investigasi menjadi kebingungan.  Pernyataan yang dimaksudkan dari dari tersangka dalam berita Blair di halaman pertama itu tidak pernah diucapkan tersangka. Orang-orang di Times mulai mengawasi Blair. Mereka mendadak sadar bahwa dia mengambil berita dari tempat yang jauh tanpa meninggalkan kota. Kemudian editor di San Antonio News Express menelepon untuk mengadukan bahwa detail berita yang ditulis Blair yang dikatakan ditulis di Texas telah dibatalkan pemuatannya. Bahkan ternyata Blair tidak pernah ke Texas!

3 Komentar leave one →
  1. 15 Oktober 2010 12:21 pm

    hedeeeh…ada ada aja si blair ini . pasti pengen terkenal ni motivasinya .mirip2 ama ramaditya ya. sama parah nya. hufff

    • achmad sulfikar permalink
      15 Oktober 2010 1:28 pm

      hush! ramaditya kok dibawa2? 😉

  2. 15 Oktober 2010 8:03 pm

    Menyedihkan..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: