Skip to content

Mengenal Rupert Murdoch, Sang Raja Media

22 Maret 2011

Banyak orang membenci Rupert Murdoch. Walaupun News Corp. miliknya hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan medianya yang mencaplok media lainnya, namun nama Murdoch telah menjadi lekat dengan kekuasaan media. Howard Stinger, mantan eksekutif CBS menjulukinya sebagai “Pemimpin Era Komunikasi Napoleonik baru”. Para pengkritiknya mengatakan bahwa penekanan Rupert Murdoch pada profit korporat telah mengubah landasan media, dan pesaingnya harus berjuang keras menghadapinya.

Raja Media yang mengkombinasikan perusahaan pembuat konten media dengan perusahaan distribusi global

Ada banyak bukti bahwa ideologi Rupert Murdoch adalah profit dan pertumbuhan finansial. Banyak cerita tentang bagaimana Murdoch menolak suatu isi berita atau mendukung isi berita demi keuntungannya sendiri. Suatu ketika dalam sebuah pidato ia mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang maju akan mengancam rezim totalitarian (pernyataan ini kurang lebih terbukti dengan revolusi mesir 2011 yang dimulai di facebook), dia kaget ketika pernyataannya tersebut membuat pemerintah Cina berang, padahal dia tidak bermaksud menyinggung Cina. Cina lalu mengancam akan memutuskan transmisi StarTV ke Cina. Agar profit StarTV tak anjlok, Murdoch segera memerintahkan perusahaan penerbitnya untuk menerbitkan buku karangan  putri Deng Xiaoping. Dia juga membatalkan penerbitan buku yang dianggap akan menyinggung pemerintah Cina. Setelah mengetahui bahwa pemerintah Cina tidak senang dengan berita independen yang dilaporkan melalui BBC World Service, Murdoch segera menghilangkan BBC dari acara StarTV untuk Cina. Hasilnya? Beberapa franchise media Murdoch di Cina berhasil diselamatkan!

Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai $12 miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan koran Australia yang didirikan oleh ayah Murdoch yang mewariskan bisnisnya kepada putranya pada tahun 1925. Murdoch mulai mengakuisisi beberapa koran Inggris dan kemudian beberapa koran Amerika. Dia membeli perusahaan penerbit Harper & Row, yang kemudian disesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun TV di AS, dia menjadi warganegara AS. Pada tahun 1980-an, Murdoch mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yang keempat. Dia lalu menguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia juga mendirikan televisi satelit Sky dan StarTV di Inggris dan Asia. Saat ini lebih dari 3 miliar orang menonton siaran StarTV yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirectTV, televisi satelit utama di AS.

 

Berbagai perusahaan Rupert Murdoch di bawah bendera News Corp., perhatikan ada juga logo AN Teve di sana

Ekspansi Murdoch membuatnya bisa membangun sistem global pertama untuk pembuatan isi dan pengiriman isi media di bawah satu payung perusahaan. Inilah kekuatan “Murdochian”, kekuatan distribusi yang tidak dimiliki oleh satupun kompetitornya. Dengan serangkaian medianya yang tak tertandingi, Murdoch dapat memasarkan produk-produknya ke banyak segmen pasar melalui koran, majalah, film, buku, dan televisi miliknya. James Fallows, seorang pengamat media mengatakan kekaisaran media Murdoch telah mensinkronisasikan produksi, publisitas, dan dukungan; “mereka menyuplai isi (content) film-film produksi Fox (Titanic, The Full Monty, There’s something about Mary), acara Fox TV (The Simpsons, Ally Mc Beal, When Animals Attack), siaran olahraga yang dikuasai Fox, plus koran dan buku. Mereka menjual isi kepada publik dan pengiklan di koran, di jaringan siaran, di saluran TV kabel. Dan mereka mengoperasikan sistem distribusi yang mendistribusikan isi media ke konsumen.” Sistem satelit Murdoch mendistribusikan isi News Corp di Eropa dan Asia. Luar biasa!



4 Komentar leave one →
  1. fiqour permalink
    23 Maret 2011 10:14 am

    Ck..ck..ck.. luar biasa orang ini, katanya dia Yahudi ya?

    • achmad sulfikar permalink
      25 Maret 2011 7:07 pm

      kenapa memang kalo dia Yahudi mas fiqour?

  2. rahmat bdg permalink
    25 Maret 2011 3:49 pm

    menarik sekali artikel2 anda, salam kenal mas. sy mahasiswa komunikasi padjadjaran.

  3. 26 Maret 2011 1:01 pm

    nice article, keep post!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: