Skip to content

Kampanye sebagai Kegiatan Penyebaran Pesan

2 Oktober 2011

Komunikasi merupakan kunci segala aktivitas manusia. Tidak ada kegiatan yang bisa dilaksanakan tanpa keterlibatan komunikasi, terlebih bila kegiatan itu akan melibatkan orang lain.

Istilah komunikasi (communication) berasal dari bahasa Latin yaitu communications yang bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antar dua orang atau lebih (Cangara, 2004:18). Ini berarti dengan komunikasi orang dapat menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada orang lain, kelompok ataupun kepada masyarakat luas.

Pengertian komunikasi telah banyak ditulis dengan menekankan pada fokus yang beragam. Keaneka-ragaman pengertian tersebut, disebabkan perbedaan konsep yang dihadirkan. Keadaan ini hendaknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang buruk, justru sebaliknya memberikan perspektif yang lebih luas pada ilmu komunikasi. Dengan demikian, untuk menemukan hakekat komunikasi dibutuhkan pendekatan-pendekatan yang relevan.

Gary Cronkhite dalam  Panuju (1997:6) merumuskan 4 (empat) asumsi pokok komunikasi yang dapat membantu memahami komunikasi, yakni: (1) komunikasi adalah suatu proses (communication is a process), (2) komunikasi adalah pertukaran pesan (communication is transactive),  (3) komunikasi adalah interaksi yang bersifat multidimensi (communication is multi dimensional). Artinya, karakteristik sumber, saluran, pesan, khalayak dan efek dari pesan, semuanya berdimensi kompleks, tergantung pada keyakinan, nilai-nilai, kepribadian, motif maupun pola perilaku penerima pesan, (4) komunikasi merupakan interaksi yang mempunyai tujuan-tujuan atau maksud-maksud ganda (communication is multipurposeful).

Untuk memahami secara spesifik, proses penyampaian pesan dalam ilmu komunikasi, dapat dikemukakan di antaranya didasarkan pada paradigma yang digambarkan oleh Lasswell dalam Cangara (2004:40),  yang umumnya dikenal sebagai formula Lasswell. Model ini lebih menekankan pada terjadinya akibat dalam setiap proses komunikasi. Selanjutnya, banyak ahli yang melakukan pengembangan terhadap model Lasswell. Di antaranya adalah munculnya beberapa model yang menganggap proses komunikasi tidak semata-mata melibatkan kelima unsur dasar komunikasi tersebut di atas, melainkan juga adanya unsur umpan balik.  Model ini dikembangkan oleh Wilbur Schramm, dengan menekankan pada aspek tujuan komunikasi, baik dilihat dari sudut kepentingan sumber maupun kepentingan penerima (target adopter).

Tujuan komunikasi dari sudut kepentingan sumber mencakup antara lain: memberi informasi, mendidik, menyenangkan atau menghibur, menganjurkan suatu tindakan atau persuasif. Sedangkan tujuan komunikasi bagi kepentingan penerima (target adopter), yakni: memahami informasi, mempelajari, menikmati dan menerima atau menolak.

Memperoleh umpan balik dalam proses komunikasi, penerima (target adopter) tidak hanya ditempatkan sebagai obyek sasaran, tetapi harus terlibat atau dilibatkan dalam proses komunikasi. Hal ini dimaksudkan agar dalam proses komunikasi kedua belah pihak memungkinkan akan terciptanya kebersamaan makna, sikap dan tindakan yang diinginkan.

Umpan balik dapat ditelusuri dari berbagai dimensi dan tipe. Gonzalez (1988:45) mengemukakan 8 (delapan) dimensi umpan balik yang meliputi: sumber, inisiatif, keformalan, interposisi, selang waktu, valensi, keakuratan dan intensitas. Sumber umpan balik dapat berasal dari penerima/khalayak yang dituju atau dari organisasi /lembaga yang bersangkutan. Umpan balik dapat diperoleh secara sengaja melalui riset survei yang dilakukan oleh sumber, ataupun secara tidak sengaja diterima langsung dari khalayak melalui  surat yang dikirim secara sukarela.

Umpan balik juga bisa diperoleh secara langsung dan segera atau secara tidak langsung dan tertunda. Ini tergantung dari interposisi antara sumber dan penerima yang ditentukan oleh jenis saluran komunikasi yang digunakan.

Dari dimensi valensi, umpan balik bisa bernilai positif atau negatif. Bersifat positif akan menggalakkan peserta komunikasi untuk melanjutkan kegiatannya, sedangkan bersifat negatif akan menuntut sumber untuk memperbaiki komunikasinya atau bahkan menghentikannya.

Dimensi umpan balik lainnya adalah keakuratan, yaitu tingkat kebenaran umpan balik/tanggapan balik yang diterima. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan derajat alirannya. Untuk itu sumber harus menciptakan mekanisme tertentu untuk mengatur intensitasnya.

Di samping dimensi-dimensi di atas, umpan balik/tanggapan balik juga dapat dibagi menurut jenisnya, yang meliputi: umpan balik formatif, proses dan sumatif (Gonzalez, 1988:46). Umpan balik formatif dikumpulkan sebelum komunikasi dimulai. Ia digunakan dalam mendesain dan merencanakan pesan. Kadang-kadang ia dianggap sebagai tanggapan maju atau sebagai proses awal dimana sumber bertindak sebagai penerima pertama sehingga memungkinkannya untuk menguji terlebih dahulu dampak dari kata-kata yang akan digunakannya terhadap khalayak (target adopter).

Kotler dan Roberto (1989:27) mengatakan pentingnya informasi awal tentang khalayak yang perlu diketahui sumber antara lain:  (1) karakteristik sosio-demografis (kelas sosial, pendapatan, pendidikan, usia dan jumlah anggota keluarga), (2) profil psikologis (sifat internal seperti: sikap, motivasi, dan kepribadian), (3) karakteristik perilaku (pola-pola perilaku dan kebiasaan). Semua informasi ini akan dijadikan dasar dalam merancang pesan sesuai dengan khalayak (target adopter) yang dimaksud.

Sementara umpan balik proses dikumpulkan ketika komunikasi sedang terjadi. Dapat digunakan untuk menguji kelayakan komunikasi dan untuk memodifikasi komunikasi agar lebih responsif pada khalayak. Sedangkan umpan balik bersifat sumatif dikumpulkan setelah kegiatan komunikasi selesai. Dapat digunakan untuk mengukur sampai sejauhmana hasil yang telah dicapai oleh suatu proses sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Jadi, untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan usaha komunikasi tersebut, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai input bagi aktivitas komunikasi selanjutnya.

Perilaku penyampaian pesan atau proses berinteraksi dengan orang lain dapat dilakukan dalam berbagai konteks, baik dalam konteks komunikasi interpersonal, kelompok dengan memanfaatkan pesan media massa dalam konteks komunikasi massa. Pengertian komunikasi massa telah banyak ditulis oleh para ahli dengan menekankan pada fokus yang beragam. Adapun beberapa karakteristik komunikasi massa yang dikemukakan Sandjaja (1993), pertama, menyampaikan pesan melalui media massa yang kegiatannya bersifat umum, bukan perorangan atau pribadi. Kedua, isi komunikasi melalui media massa berjalan secara cepat dan menjangkau secara luas. Ketiga, penyampaian pesan melalui media massa cenderung berjalan satu arah, umpan balik dari khalayak umumnya berlangsung secara tertunda. Kelima, penyampaian pesan melalui media massa dilaksanakan secara terjadwal, terencana dan terorganisir. Kelima, dilakukan secara berkala, tidak bersifat temporer. Sandjaja, juga mengemukakan karakteristik lain komunikasi massa, yakni pesan yang disampaikan melalui media massa mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, baik bersifat informatif, edukatif, maupun hiburan.

Achmad (1990) mengatakan bahwa komunikasi massa tidak hanya dipandang dari sudut media yang dipergunakan, melainkan dari sudut  penyampaian pesan. Semua pesan disampaikan dengan tujuan untuk diketahui oleh masyarakat umum digolongkan sebagai komunikasi massa.

Beberapa para pakar memandang adanya hubungan atau interaksi yang erat antara media massa dengan komunikasi interpersonal. Brouwer dalam Achmad (1990), menyebut pesan-pesan komunikasi massa melalui saluran interpersonal sebagai komunikasi massa informal.

Memperjelas pandangan Brouwer tentang komunikasi massa, Achmad (1990) membagi saluran komunikasi massa dalam dua kelompok  yakni: (1) saluran-saluran formal (media massa), yang terdiri atas media elektronik dan media cetak, (2)  saluran-saluran informal (komunikasi sosial), yang terdiri atas situasi komunikasi interpersonal langsung dan komunikasi interpersonal tidak langsung.

2 Komentar leave one →
  1. 9 Oktober 2011 11:55 pm

    foto-nya men… 😆

    hidup JK!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: