Skip to content

Kuliah Psikologi Komunikasi; Atraksi Interpersonal

25 November 2011

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita.

Teori atraksi interpersonal

  1. Reinforcement theory menjelaskan bahwa seseorang menyukai orang lain adalah sebagai hasil belajar.
  2. Equity theory menyatakan bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan antara harga (cost) yang dikeluarkan dengan ganjaran (reward) yang diperoleh.
  3. Exchange theory ,interaksi sosial diibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih disukai.
  4. Gain-loss theory , orang cenderung lebih menyukai orang-orang yang menguntungkan dari pada orang-orang yang merugikan kita.

Faktor Yang mempengaruhi Atraksi Interpersonal 

Faktor-faktor personal, meliputi:

  1. kesamaan karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider mengemukakan bahwa orang   cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang disukai;
  2. tekanan emosional (stress),
  3. harga diri yang rendah,
  4. isolasi sosial.

Faktor-faktor situasional:

  1. daya tarik fisik,
  2. ganjaran (reward)
  3. familiarity,
  4. kedekatan (closeness),
  5. kemampuan.

Hubungan Interpersonal

  • Komunikasi efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik. Kegagalan komunikasi sekunder terjadi, isi pesan dipahami, tetapi hubungan dengan komunikan rusak.
  • Anita Taylor mengatakan Komunikasi interpersonal yang efektif meliputi banyak unsur, tetapi hubungan interpersonal barangkali yang paling penting.
  • hubungan interpersonal,memerlukan komunikasi yang berkualitas

Percaya (trust)

Faktor-faktor yang mempengaruhi trust sebagai berikut:

  • Karakteristik, (memiliki kemampuan, keterampilan, pengalaman khusus, dapat diandalkan, jujur dan konsisten)
  • Hubungan kekuasaan, artinya apabila seseorang mempunyai kekuasaan terhadap orang lain, maka orang itu patuh dan tunduk.
  • Kualitas komunikasi

Perilaku suportif

  • Perilaku suportif akan meningkatkan kualitas komunikasi. Beberapa ciri perilaku suportif yaitu:
  • Evaluasi dan deskripsi: maksudnya, kita tidak perlu memberikan kecaman atas kelemahan dan kekurangannya.
  • Orientasi masalah: mengkomunikasikan keinginan untuk kerja sama, mencari pemecahan masalah. Mengajak orang lain bersama-sama menetapkan tujuan dan menetukan cara mencapai tujuan.
  • Spontanitas: sikap jujur dan dianggap tidak menyelimuti motif yang pendendam.

Sikap terbuka

  • Sikap terbuka, kemampuan menilai secara obyektif, kemampuan membedakan dengan mudah, kemampuan melihat nuansa, orientasi ke isi, pencarian informasi dari berbagai sumber, kesediaan mengubah keyakinannya, profesional dll.
  • Komunikasi ini dapat dihalangi oleh gangguan komunikasi dan oleh kesombongan, sifat malu dll.

 

2 Komentar leave one →
  1. abd.salam KPI VI permalink
    1 Desember 2011 5:34 pm

    mengapa rasa suka itu, selalu mengarah ke positif, padahal terkadang orang suka dengan yang negatif, atraksi apa yang menimbulkan proses itu.

  2. 27 Mei 2012 10:14 am

    Mampir ke blog saya juga ya, seputar psikologi😀
    http://indonesiapsikologi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: