Skip to content

Pilkada Palopo, Tim Sukses atau Tim Susah

28 Agustus 2012
tim sukses pilkada

Waktu telah menunjukkan pukul 01.45 dini hari, saat itu hari telah berpindah ke tanggal 27 Juli 2012. Saya masih belum tidur. Novel “Voodoo” karya Nick Stone masih belum bisa dikalahkan oleh rasa kantuk. “Ting!” “Ting!” Tiba-tiba ponsel saya berbunyi. Sebuah nomor telepon tanpa nama memanggil.

Bukan kebiasaan saya mengangkat panggilan telepon tanpa nama. Apalagi hari sudah larut. Kalau bukan panggilan telepon darurat, pasti telepon iseng. Saya memilih prasangka pertama saya. Telpon saya angkat “halo ini siapa?”, “ini betul Sulfikar?!” jawab suara di ujung telepon dengan nada setengah membentak. “iya, maaf siapa ini?”. “Tidak usah tau namaku, kamu yang sering menulis berita di fesbuk toh??!!” jawab suara di ujung telepon, masih setengah membentak. Dalam pikiran saya saat itu, pertanyaan ini menarik. Saya dan anda pasti tahu bahwa Facebook adalah sebuah media jejaring sosial, bukan media berita. Tentu saja tidak akan pernah anda temukan kalimat “Menurut berita yang dikutip dari Facebook”… hehehe. Pertanyaan si penelepon aneh ini tanpa dia sadari menunjukkan siapa dan bagaimana dirinya.

Selanjutnya saya balik bertanya dengan cara yang berbeda “Hei! anda siapa? tidak sopan sekali, jam segini kau telpon. Saya sudah baik-baik angkat telponmu, kau tanya nama, saya jawab. Sekarang saya tanya namamu kau tidak mau jawab!”

Cerita kemudian berlanjut, saya menunjukkan ketidaksenangan dan ketidaknyamanan saya terhadap tindakan si penelepon gelap ini. Tekanan yang saya lakukan terhadap lawan bicara akhirnya berhasil membuatnya menyebutkan namanya. Termasuk menyebutkan alasannya menelpon saya. Intinya dia keberatan sekaligus marah terhadap komentar seseorang di grup facebook GERBONG PALOPO. Komentar-komentar miring terhadap pasangan Cawalkot yang didukungnya. Seseorang telah memfitnah saya dengan menuduh bahwa komentar itu adalah komentar saya. Ternyata penelepon kita ini seorang tim sukses. Tim sukses yang menelepon orang yang salah, di jam yang salah. Dan yang lebih salah lagi adalah penelepon kita ini tidak pernah melihat dan membaca komentar miring yang dia maksud tetapi hanya mendengar dari kawan-kawannya. Itu lebih salah lagi :mrgreen:. Agar tidak jadi lebih salah, saya membantu mencari dan mengirimkan link gambar – tentu saja termasuk komentar-komentar yang ada di dalamnya untuk dia baca. Sekali lagi terbukti sebagian masyarakat kita lebih banyak bicara daripada membaca :lol:

Well, lupakan cerita di atas. Saya hanya ingin menyampaikan sedikit pendapat saya soal tim sukses Cawalkot Palopo yang sedang berlaga saat ini.

Salah satu faktor yang bisa ikut menentukan sukses atau tidaknya sepasang Calon Kepala Daerah dalam sebuah pilkada adalah tim sukses. Tim sukses yang baik adalah terdiri dari orang-orang yang berdedikasi, bisa melakukan kerja-kerja selayaknya tim sukses dengan cerdas. Tim sukses adalah cerminan dari pasangan calon yang diusungnya. Tim sukses harus terdiri dari orang-orang pilihan. Kerja tim sukses adalah selain melakukan mediasi pesan-pesan politik antara calon dengan pemilih juga membentuk citra positif di kalangan masyarakat untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Tentu saja dengan cara yang elegan dan seminimal mungkin menghindari tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan antipati dari masyarakat yang justru menjadi kontraproduktif bagi tim sukses tersebut.

Pada kenyataannya yang terjadi adalah “tim sukses” ini justru kadangkala menjadi “tim susah”. Tim yang kerjanya bisa menyusahkan pasangan Cawalkot yang diusungnya. Kelompok masyarakat yang tadinya akan mendukung pasangan calon tertentu bisa balik kanan dan putar haluan berbalik menolak hanya karena satu-dua orang “tim susah” itu.

Tidak sedikit juga “tim susah” ini betul-betul menyusahkan Cawalkot yang diusungnya. Bahkan jauh sebelum pilkada dimulai. Ongkos politik untuk memelihara suara hasil kerja “tim susah” ini tidak sedikit. Mulai membangun posko, suplai kopi dan gula untuk posko, termasuk nasi kuning begadang yang harus dijaga ketersediaanya hingga tanggal 22 Januari 2013 nanti. Semua membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Apakah anda kebetulan seorang tim sukses? atau malah termasuk dalam golongan tim susah? Nurani selalu mampu menjawab dengan jujur.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip kalimat sahabat saya Apung soal tim sukses ini:

“memang saya amati sepertinya para kandidat itu tidak memilki master strategi … makanya tim-tim suksesnya sigalapotta dan malah gayanya lebih heboh dibandingkan kandidat itu sendiri.. (Apung)”

2 Komentar leave one →
  1. 28 Agustus 2012 12:30 am

    Selamatkan Pertamax dulu…
    ahahahaha saya tau siapa pelakunya ini 😆

    Salah nabilang orang “anu ndak kau tau bang pastinya na buda kadako”

    Alhasil kemaluan anda terbongkar… eh salah malu-malu maki

    • achmad sulfikar permalink
      28 Agustus 2012 12:43 am

      Ssstt… keep it secret please 😎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: