Skip to content

Tentang JK

Jurnalisme Kapurung adalah catatan saya tentang pengalaman, opini, ide, hasil kontemplasi (yang kadang-kadang tidak dalam), dan materi kuliah yang mungkin saja bermanfaat untuk diketahui oleh orang lain. Kata “Jurnalisme” pada judul blog ini tidak seserius yang dipahami oleh orang banyak yaitu hasil dari proses pengumpulan, pengolahan, penyusunan serta penyebarluasan berita kepada khalayak, tetapi lebih kepada arti Jurnalisme yang sebenarnya yang berasal dari bahasa latin yaitu diurnalis yang artinya catatan, atau catatan harian.

Lalu mengapa kapurung?

Awalnya blog ini akan saya beri nama Jurnalisme Gado-Gado. Tapi setelah ditelusuri mengenai makna filosofis yang terkandung dalam gado-gado kayaknya kurang pas. Salah satu alasan lainnya mungkin karena saya sendiri tidak terlalu doyan dengan kuliner campur sari tersebut. Selanjutnya sempat terpikir untuk memberi nama Jurnalisme Soto Banjar.. ah, terlalu mengada-ada.

Pilihan lalu jatuh pada Kapurung. Saya selalu menganggap kapurung adalah masterpiece-nya kuliner khas Luwu/Palopo (kota tempat kelahiran saya, kl.360 km dari Makassar). Jika harus head-to-head dengan gado-gado ,kapurung lebih unggul dilihat dari sudut manapun. Gado-gado tidak bisa bebas untuk di modifikasi dengan bahan makanan lain, berbeda dengan kapurung. Kapurung mampu dimodifikasi sehingga memiliki banyak varian. Penyebutan varian kapurung tergantung komponen tambahannya; misalnya Kapurung Ayam (berarti kapurung+goreng ayam, atau rebus ayam), Kapurung Sapi (kapurung+daging sapi), begitu juga Kapurung Udang, Kapurung Kerang, dll. (lebih lengkap tentang Kapurung, klik disini).

Karena sifatnya yang mudah untuk menyesuaikan diri dengan unsur tambahan di luar dirinya, tanpa meninggalkan esensi atau taste (rasa asem, gurih, dan pedas) kapurung itu sendiri menjadikan makanan ini sangat unik, sekaligus memiliki makna filosofis yang saya anggap baik untuk diejawantahkan.

Lewat blog ini saya ingin berbagi ide, opini dan pengalaman dengan anda, tentang persoalan apa saja yang mampu kita sentuh dan menyentuh kita tanpa menanggalkan sifat kritis dan niat baik.

“Syarat yang diperlukan oleh orang jahat untuk berkuasa adalah orang-orang baik yang berdiam diri”

2 Komentar leave one →
  1. 4 Juli 2009 3:25 pm

    Hidup Kapurung… so vote for JK (junalisme kapurung).. hehe. sedap rasanya…!! and familiar di lidahku..

    salam.

  2. 13 Oktober 2009 12:37 pm

    kodong…. nda makan kapurungka saya, nda bisa masuk di leherku
    gele2 rasanya… klo dange kumakanji….. ^_^ v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s